Proyek MRT Tetap Berlanjut Tanpa Depo

Proyek MRT fase 2 Bundaran HI-Kota tetap berlanjut meskipun Pemprov DKI Jakarta belum mendapatkan lokasi depo MRT hingga saat ini.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  17:45 WIB
Proyek MRT Tetap Berlanjut Tanpa Depo
Suasana proyek pembangunan terminal Mass Rapid Transportation (MRT) koridor Lebak Bulus-Bundaran HI di Jakarta, Jumat (4/1/2019). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA–Proyek MRT fase 2 Bundaran HI-Kota tetap berlanjut meskipun Pemprov DKI Jakarta belum mendapatkan lokasi depo MRT hingga saat ini.

Guberrnur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan MRT masih dapat beroperasi secara optimal meskipun belum memiliki depo dengan 22 sampai 23 kereta yang beroperasi.

Oleh karena itu, Anies menerangkan bahwa hingga saat ini proyek MRT fase 2 tidak akan mengalami kendala meskipun lokasi depo MRT masih belum ditentukan.

"Tidak menjadi kendala untuk pembangunan fase ke-2 karena menggunakan depo di Lebak Bulus dan ruang-ruang di stasiun di masa off, itu masih bisa dilakukan," kata Anies pada Senin (14/1/2019).

Anies pun melanjutkan bahwa depo baru dibutuhkan apabila ada lebih dari 23 kereta yang beroperasi dan dirinya pun tak ingin proyek MRT fase 2 terhenti hanya karena permasalahan depo.

"Dengan 22 hingga 23 kereta akan bisa mengangkut lebih dari 400 ribu orang perhari, jadi tidak mempengaruhi kapasitas yang akan dikerjakan," imbuh Anies.

Untuk diketahui, PT MRT Jakarta pada awalnya berencana untuk membangun depo MRT di Kampung Bandan tetapi batal karena status lahan yang bermasalah.

Adapun PT MRT Jakarta berencana menggeser depo tersebut ke lahan Stadion BMW akan tetapi Dirut PT Jakarta Propertindo menerangkan bahwa hal tersebut tidak dimungkinkan karena depo MRT memerlukan lahan sebesar 12 hektar sedangkan lahan Stadion BMW seluas 25 hektar.

Dwi juga menerangkan tidak mungkin membangun depo yang merupakan objek vital nasional bersanding dengan ruang publik seperti Stadion BMW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan, proyek mrt

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top