BPTJ Bantah Kemungkinan Sharing Station LRT Jabodebek-LRT Jakarta

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membantah kemungkinan adanya sharing station antara LRT Jakarta yang dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan LRT Jabodebek yang dikelola oleh PT Adhi Karya.
Muhamad Wildan | 18 Januari 2019 03:14 WIB
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Light Rail Transit ( LRT) di Jakarta, Senin (14/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.comJAKARTA–Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membantah kemungkinan adanya sharing station antara LRT Jakarta yang dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan LRT Jabodebek yang dikelola oleh PT Adhi Karya.

Sebelumnya pada Rabu (16/1/2019) Direktur Proyek LRT PT Jakpro Iwan Takwin setelah rapat terkait lokasi Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas mengatakan sharing station antara LRT Jakarta dan LRT Jabodebek bisa saja terjadi.

"Bisa jadi disitu ada empat track, dua untuk LRT Jabodebek dua untuk LRT Jakarta tapi apabila Adhi Karya lewat rel kita dan begitu juga sebaliknya itu tidak mungkin," kata Iwan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan sharing station tidak dimungkinkan karena akan mengganggu headway LRT.

"Secara teori sharing track dan sharing station dimungkinkan, akan tetapi nanti yang terganggu adalah headway-nya. Nanti rencana headway-nya sampai 3 menit. Headway adalah jarak antara kereta satu dengan kereta berikutnya, kalau jadi satu nanti headwaynya jadi lebih lama," kata Bambang pada Kamis (17/1/2019).

Terkait dengan lokasi Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas, Bambang menyebutkan bahwa sudah disepakati lokasinya akan terletak di selatan Gedung Landmark dan nantinya lokasi Stasiun LRT Jakarta milik PT Jakpro terletak di sebelah utara Gedung Landmark.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ingin agar lokasi stasiun stasiun tersebut terletak tepat di seberang Stasiun KRL Sudirman, sedangkan Pemprov DKI Jakarta ingin stasiun tersebut terletak di selatan Gedung Landmark.

"Jadi ada rekomendasi dari Kemenhub dengan apa yang menjadi rencana tata kota itu berbeda," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin (14/1/2019).

Bambang menerangkan bahwa Kemenhub sudah sepakat dengan lokasi yang ditentukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Bambang menerangkan bahwa Dukuh Atas nantinya akan menjadi kawasan transit oriented development (TOD) dan nantinya aksesibilitas pejalan kaki akan difasilitasi.

"Menurut teori, TOD itu orang berjalan tidak boleh lebih dari 200 meter atau 5-6 menit perjalanan jalan kaki. Jadi konsep itu yang dipakai sehingga walaupun LRT Jabodebek ada di selatan Gedung Landmark tapi masih oke untuk pejalan kaki. Nanti akan difasilitasi aksesibilitas untuk pejalan kaki dari Stasiun LRT Jabodebek ke arah Stasiun KCI dan Kereta Bandara," kata Bambang.

Tag : LRT
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top