16 Kios UMKM Beroperasi di Stasiun MRT, hanya Dikenai Sewa Bulanan Rp1.360.000

Sebanyak 16 outlet UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) diberi kesempatan membuka usha ritel di Stasiun MRT. Syaratnya cukup mudah, yaitu hanya membawa sewa bulanan Rp1.360.000.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  15:05 WIB
16 Kios UMKM Beroperasi di Stasiun MRT, hanya Dikenai Sewa Bulanan Rp1.360.000
Presiden Joko Widodo keluar dari kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (6/11/2018). Presiden mencoba perjalanan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak 16 kios UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) diberi kesempatan membuka usha ritel di Stasiun MRT. Syaratnya cukup mudah, yaitu hanya membawa sewa bulanan Rp1.360.000.

PT MRT Jakarta dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI yakin ke-16 UMKM yang berdagang di Stasiun MRT mampu bersaing dengan ritel-ritel konvensional. Kewajiban mereka cukup 

Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta Ghamal Peris menerangkan preferensi konsumen cenderung berbeda karena kebutuhan masing-masing konsumen pun berbeda-beda, apalagi UMKM yang nantinya diizinkan membuka gerai di Stasiun MRT adalah UMKM yang kreatif dan memiliki daya saing.

"Mereka juga akan sangat bersaing dalam segi harga karena ritel-ritel reguler harganya lumayan tinggi dan UMKM sendiri biayanya sangat rendah jadi kami sangat yakin mereka bisa bersaing," terang Ghamal pada Kamis (24/1/2019).

UMKM yang terpilih dan menjadi mitra PT MRT Jakarta nantinya hanya dikenakan biaya sewa sebesar Rp1.360.000 per bulan tanpa biaya tambahan lain.

Adapun ritel-ritel konvensional yang beroperasi di Stasiun MRT akan dikenai biaya yang jauh lebih tinggi dibanding UMKM dan juga diwajibkan untuk membagikan 10% dari pendapatan ritel kepada MRT.

Deputi Pemasaran Bekraf RI Joshua Puji Mulia Simandjuntak pun mengatakan hal yang senada terkait daya saing UMKM dihadapan ritel konvensional. Menurut Joshua UMKM yang nantinya berjualan di Stasiun MRT adalah UMKM yang memiliki daya saing dan kehadiran Bekraf dalam seleksi UMKM ini adalah untuk menjamin hal tersebut.

Bekraf RI pun membuka kemungkinan untuk hadir mendampingi UMKM yang beroperasi di Stasiun MRT kedepannya.

Namun, untuk saat ini kerja sama antara Bekraf RI dengan PT MRT Jakarta hanya dalam rangka menyeleksi 16 UMKM yang layak berdagang di Stasiun MRT.

Menurut Joshua, dengan difasilitasinya UMKM di Stasiun MRT maka UMKM tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk membangun brand dan mendapatkan validasi dari konsumen.

“UMKM yang membuka gerai di Stasiun MRT Jakarta dalam satu tahun akan diamati pertumbuhan bisnisnya dengan adanya traffic yang ada di stasiun karena stasiun MRT Jakarta akan memberikan akses terhadap pasar, penambahan publikasi produk dan jasa yang lebih luas. Setiap UMKM akan mendapat kesempatan untuk dibina,” kata Joshua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top