Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Rumah Susun di DKI Sering 'Pasang Orang' untuk Kuasai Pengelolaan

Pengembang-pengembang rumah susun di DKI Jakarta disebut sering 'pasang orang' di rumah susun dalam rangka menguasai biaya pengelolaan rumah susun.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  19:28 WIB
Warga beraktivitas di Rumah Susun Sindang, Koja, Jakarta, Minggu (2/4). - Antara/Rivan Awal Lingga
Warga beraktivitas di Rumah Susun Sindang, Koja, Jakarta, Minggu (2/4). - Antara/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA–Pengembang-pengembang rumah susun di DKI Jakarta disebut sering 'pasang orang' di rumah susun dalam rangka menguasai biaya pengelolaan rumah susun.

"Itu kan bisnis besar, uang bulanannya besar, listrik berapa, itu kan uang besar. Seharusnya ketika pengembang selesai, dia angkat kaki dari sini," kata Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus, Selasa (19/2/2019).

Bestari pun mengatakan pengembang sering mengakali sistem perizinan dengan menunda pemisahan sertifikat tanah.

"Pengembang bangun 10 tower, tower pertama dibangun selesai ditempatin. Sementara pembelahan sertifikatnya belum. Karena apa? Karena izinnya 10 tower. Padahal menyelesaikan 10 tower bisa 10 tahun," terang Bestari, Selasa (19/2/2019).

Oleh karena itu, Bestari pun mendukung keberadaan Pergub No. 132/2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik tersebut.

Lebih lanjut, Bestari mengatakan dalam bisnis rumah susun harus ada perjanjian awal yang menjamin penyerahan pengelolaan rumah susun kepada penghuni dan pemilik rumah susun melalui Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

Untuk diketahui, dalam Pergub No. 132/2018 diatur bahwa pengembang wajib mengelola rumah susun milik dalam masa transisi sebelum terbentuknya P3SRS.

Lebih lanjut, dalam pergub tersebut juga diatur bahwa masa transisi dari pengembang ke P3SRS adalah satu tahun terhitung sejak diserahkannya unit kepada pemilik dan penghuni tanpa mempertimbangkan terjualnya unit rumah susun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI rumah susun
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top