Stadion Internasional Markas Persija Dibangun, Ini Lima Keistimewaannya

Jakarta International Stadium diproyeksi menjadi ikon baru Ibu Kota sekaligus markas klub Persija.
Miftahul Ulum | 15 Maret 2019 13:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dua dari kanan) melihat maket Jakarta International Stadium. - Instagram Anies Baswedan

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Jakarta Anies Baswedan memulai pembangunan Jakarta International Stadium atau Stadion BMW di Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019). Stadion tersebut diproyeksi menjadi ikon baru Ibu Kota sekaligus markas klub Persija.

"Alhamdulilah hari ini (Kamis) salah satu janji yang kita pada masyarakat Ibu Kota, membangun stadion sepak bola kelas dunia dimulai pembangunannya," kata Anies saat groundbreaking pembangunan dan disiarkan melalui akun instagramnya, Kamis (14/3/2019).

Apa saja keistimewaan stadion yang bakal rampung 2021 mendatang, berikut data yang kami himpun.

Kapasitas Besar

Stadion yang nantinya digunakan sebagai markas Persija tersebut bakal bisa menampung 82.000 penonton. Kapasitas tersebut melampaui stadion yang telah ada, sebut saya di antaranya Gelora Bung Karno (dibangun 1952) berkapasitas eksisting 77.193 penonton.

Stadion besar lain, Gelora Bung Tomo (dibangun 2008) di Surabaya berkapasitas eksisting 50.000 penonton. Bahkan, stadion yang DKI yang baru tersebut mendekati kapasitas Stadion Nasional Bukit Jalil di Malaysia berkapasitas 87.411 penonton.

"Ini adalah mimpi bagi jutaan warga ibu kota. Ini akan menjadi stadion yang InsyaAllah bukan hanya kebanggaan ibu kota tapi juga Indonesia dan stadion sepak bola yang betul-betul bertaraf dunia," kata Gubernur Anies.

Gubernur Anies Baswedan (kanan) menunjukkan gambar Jakarta International Stadium./Sumber foto instagram Anies Baswedan.

Beragam Kegiatan

Jakarta International Stadium atau Stadion BWM menurut Jakpro bakal menempati lahan 25 hektare.

"Pembangunannya pun dirancang untuk bisa digunakan di berbagai kegiatan baik olahraga maupun kegiatan seni dan budaya. Kita rancang agar benar-benar menjadi contoh sebuah gedung dengan prinsip ramah lingkungan, kelas platinum tertinggi dalam konsep green building," jelas Anies.

Dia juga mengatakan, stadion ini juga tidak berdiri sendiri tapi terintegrasi sebagai satu kawasan dengan danau dan InsyaAllah seluruh kegiatan di tempat ini selalu dirancang agar warga mudah menggunakan transportasi umum.

Terintegrasi MRT

Stadion dengan tribun tiga tingkat tersebut juga bakal terintegrasi dengan proyek transportasi massal MRT fase 2.

"Di kawasan ini nanti ada stasiun MRT fase 2 yang lokasinya persis di sebelah utara dan akan ada revitalisasi di stasiun kereta api, akan ada akses dari tol juga. Harapannya semua penonton yang datang ke tempat ini datang bukan dengan kendaraan pribadi tapi dengan kendaraan umum," kata Anies yang saat groundbreaking didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto, perwakilan Persija Jakarta, Gede Widiade, dan The Jakmania.

Integrasi dengan MRT memang menjadi salah satu tantangan stadion baru ini. Catatan Bisnis, problem lahan menjadi ganjalan bila depo MRT Fase 2 didekatkan dengan kawasan stadion. 

Janji Kampanye

Pembangunan stadion bagian dari janji kampanye Anies pada perayaan ulang tahun Persija Jakarta ke-88 pada akhir November 2016 ini memakan biaya hingga Rp 5 triliun.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melaksanakan pembangunan proyek ini. Perusahaan daerah tersebut juga mendapat penyertaan modal daerah Rp900 miliar yang diarahkan untuk membangun Jakarta International Stadium, merevitalisasi Taman Ismail Marzuki, dan membangun rusun DP 0.

Proses Lama

Anies mengatakan pembangunan Jakarta International Stadium dimulai sejak lama dan karenanya banyak pihak terlibat.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat di dalam proses pembangunan stadion ini. Bukan hanya dalam enam bulan terakhir, bukan hanya dalam setahun terakhir, tapi sejak bertahun-tahun yang lalu," katanya.

Dia melanjutkan, saat mulai lahan ini mulai direncanakan sebagai tujuan pembangunan sarana rekreasi olahraga. Di situ banyak terlibat, ribuan jumlahnya, para gubernur, para aparat pemprov, masyarakat yang mengawal proses ini sejak bertahun-tahun yang lalu.

Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada teman-teman di DPRD DKI Jakarta, dukungan dari mereka memungkinkan kita memulai untuk melakukan pembangunan di tempat ini hari ini.

"Hari ini (Kamis) peluit pertama dibunyikan, babak baru dimulai, mari kita bertepuk tangan dan apresiasi kepada semua yang terlibat dalam proses ini dan terus kawal bersama pembangunan stadion ini, InsyaAllah 2021 kita tuntaskan semua," tegasnya.

Tag : anies baswedan, persija
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top