ADB Siap Danai Proyek Infrastruktur DKI

Asian Development Bank (ADB) siap ikut mendanai proyek infrastruktur dasar yang direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 15 April 2019  |  19:54 WIB
ADB Siap Danai Proyek Infrastruktur DKI
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Stasiun CSW, Jakarta, Senin (1/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) siap ikut mendanai proyek infrastruktur dasar yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan percepatan pembangunan infrastruktur yang meliputi pembangunan transportasi massal seperti MRT dari saat ini 16 km menjadi 223 km.

Pembangunan LRT dari 5,8 km saat ini menjadi 116 km, perpanjangan TransJakarta dari saat ini 431 km menjadi 2.149 km. Juga akan dilakukan pengangkatan jalur kereta yang ada di Jakarta menjadi melayang sepanjang 27 km.

Selain itu, DKI Jakarta juga mengusulkan kemudahan akses air bersih dari saat ini 60 persen masyarakat menjadi 100 persen, jaringan pengelolaan limbah dari 14 persen menjadi 81 persen serta penyediaan 600.000 unit rumah baru.

Selanjutnya, bus mikro juga akan direvitalisasi dengan menambahkan armada hingga 20.000 unit, dan yang terakhir adalah pengendalian banjir dan penambahan pasokan air.

Pembangunan yang idealnya dibangun dalam jangka waktu 30 tahun tersebut pun ditargetkan selesai pada 2030 dan model pembiayaannya akan melanjutkan pembiayaan proyek MRT dengan pembagian beban 51 persen ditanggung Pemprov DKI Jakarta dan sisanya ditanggung oleh pemerintah pusat.

Pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta bakal didanai menggunakan mekanisme kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

"Tentu Jakarta ingin membangun secara keseluruhan tapi prinsipnya kami menerima usulan-usulan, bahkan presiden sudab mengatakan hal tersebut kepada Ibu Menkeu Sri Mulyani," kata Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development ADB Bambang Susantono, Senin (15/4/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan ADB dan mengadopsi praktek-praktek pembangunan infrastruktur yang diterapkan di negara-negara lain.

"Kita ingin mengadopsinya, bukan sekadar mengadaptasinya. Karena itu dua hak yang berbeda antara adopsi dan adaptasi. Kita tidak ingin sekadar meniru begitu saja tanpa melihat konteks yang terjadi di Jakarta," ujar Anies, Senin (15/4/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, dki jakarta, ADB

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top