Atasi Banjir, Kota Tangerang Pakai Konsep Ground Tank

Ground tank yakni konsep penyerapan dan pengolahan genangan dan banjir untuk kembali ke tanah secara bersih.  
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  11:30 WIB
Atasi Banjir, Kota Tangerang Pakai Konsep Ground Tank
Warga berswafoto di kawasan jembatan Berendeng yang menjadi ikon baru kota Tangerang di Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu (20/2/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, TANGERANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Tangerang mengatasi banjir melalui pemasangan tangki di dalam tanah atau ground tank di setiap titik genangan dan banjir di daerah itu.

Camat Neglasari Ubaidillah Ansar di Tangerang mengatakan bahwa saat ini seluruh kecamatan sedang melakukan pendataan dan verifikasi lapangan untuk menghitung berapa kebutuhan ground tank sesuai kondisi genangan dan banjir di setiap wilayah.

Di Kecamatan Neglasari, katanya, sudah tahap uji coba atau penghitungan waktu serapan air hujan hingga menjadi air bersih kembali di sumur injeksi.

"Proses kerja ground tank ini ada tiga titik. Pertama itu inlet yaitu lubang-lubang serapan. Selanjutnya terhubung dengan paralon mengalir ke modular tank," katanya, seperti dikutip Antara, Rabu (10/7/2019).

Dia menjelaskan bahwa modular tangki berupa kotak hitam ukuran besar dengan ruang-ruang lubang yang dibalut dengan kain geotekstil.

"Di sinilah diprosesnya air hujan yang kotor menjadi air bersih. Penyaringan dengan kain putih khusus tersebut," katanya.

Setelah dari modular tangki, air akan mengalir ke titik akhir sumur injeksi. Di titik itulah akan terjadinya penyerapan air bersih untuk kembali ke tanah. Namun, kata Ubaidillah, jika terjadi genangan atau banjir dengan debit cukup tinggi, membuat sumur injeksi penuh.

Ground tank yakni konsep penyerapan dan pengolahan genangan dan banjir untuk kembali ke tanah secara bersih.  "Dengan ini, kita menabung air untuk Bumi," tuturnya.

Dalam uji coba penyerapan air di Kecamatan Neglasari, air yang mengalir berhasil disaring hingga mengalir ke sumur injeksi yang hanya memerlukan waktu 5 menit.

"Kami butuh konsep penyerapan ini. Di Neglasari tidak ada titik yang sangat parah terhadap genangan dan banjiri. Ini program bagus untuk masyarakat," katanya.

Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau di Kota Tangerang akan berlangsung hingga Agustus. Walau kurun waktu cukup lama, PDAM Kota Tangerang telah memastikan stok air aman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, tangerang, kemarau

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top