Pecandu Narkoba, Pelajar SMA Lebih Banyak daripada Mahasiswa

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara mengatakan, jumlah pemuda yang terpapar narkoba lebih banyak ditemukan di kalangan pelajar SMA dibandingkan dengan mahasiswa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  20:40 WIB
Pecandu Narkoba, Pelajar SMA Lebih Banyak daripada Mahasiswa
Ilustrasi-Penemuan ladang ganja di Aceh Besar, Provinsi Aceh - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA - Peta penyebaran narkoba di Jakarta Utara memperlihatkan gambaran yang memprihatinkan. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara mengatakan, jumlah pemuda yang terpapar narkoba lebih banyak ditemukan di kalangan pelajar SMA dibandingkan dengan mahasiswa.

Kepala BNNK Jakarta Utara AKBP Yuanita Amelia Sari menyebutkan jajarannya secara rutin mengadakan pemeriksaan kepada kalangan pelajar dan mahasiswa di Jakarta Utara.

Hasil pemeriksaan itu sangat mengejutkan karena menunjukkan pelajar SMA dan sederajat paling banyak menjadi pecandu narkoba.

"Selama ini, saat kami lakukan tes urin di kampus tidak menemukan yang positif. Sekarang kecenderungannya malah di pelajar SMA yang kedapatan positif," kata Sari.

Sari mengatakan, meski belum mengantongi data pasti,  belum ada temuan mahasiswa yang terlibat penyalahgunaan barang haram itu. "Kalau di (Jakarta) Utara belum ada ya, karena kita sering lakukan penyuluhan di kampus dan kita perkuat dengan MoU jadi ada pengawasan juga dari pihak kampus," kata Sari.

Sari juga mengatakan sejumlah perguruan tinggi di Jakarta Utara menerapkan aturan bebas narkoba bagi para mahasiswa barunya. "Karena saat masuk kampus tidak boleh menggunakan narkoba, itu salah satu syarat masuk kampus," ujarnya.

Ia juga meminta kepada pihak rektorat perguruan tinggi di Jakarta Utara untuk membatasi jam aktivitas para mahasiswa di malam hari.

"Saya tekankan kepada pihak kemahasiswaan tolong pada jam usai kuliah jangan ada aktivitas sampai malam, karena kecenderungan mereka itu memakai narkoba adalah saat jam kuliah sudah selesai," kata Sari.

Menurut Sari masa sesudah jam kuliah adalah waktu krusial peredaran narkoba. Ia berharap pembatasan jam itu bisa menjadi barikade untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan kampus.

Belum lama ini polisi mengungkap jaringan pengedar narkoba yang beraktivitas di kampus dan menyasar kampus-kampus. Jumlah barang bukti yang diamankan polisi dalam pengungkapan kasus tersebut juga tidak main-main, yakni ganja kering sebanyak 80 kilogram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
narkoba

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top