Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

POLUSI UDARA JAKARTA: Dishub DKI Bakal Uji Emisi Kendaran Berat yang Lewat Jalan Tol

Hal itu dilakukan lantaran dia menilai keberadaan berat di jalan tol juga berdampak pada kualitas udara di Jakarta. Saat ini, Ibukota menjadi sorotan lantaran tingginya tingkat polusi udara dalam beberapa bulan terakhir.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  21:57 WIB
Sebuah truk melintas di kawasan Pulau D hasil reklamasi, di kawasan pesisir Jakarta, Senin (17/6/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk sejumlah bangunan di Pulau C dan D. - ANTARA/Galih Pradipta
Sebuah truk melintas di kawasan Pulau D hasil reklamasi, di kawasan pesisir Jakarta, Senin (17/6/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk sejumlah bangunan di Pulau C dan D. - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA--Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya akan melaksanakan uji emisi untuk kendaraan berat yang melewati jalan tol Ibukota.

"Kami akan berkoordinasi dengan BPJT [Badan Pengelola Jalan Tol] terkait pelaksanaan uji emisi kendaran berat," katanya, Selasa (30/7/2019).

Hal itu dilakukan lantaran dia menilai keberadaan berat di jalan tol juga berdampak pada kualitas udara di Jakarta. Saat ini, Ibukota menjadi sorotan lantaran tingginya tingkat polusi udara dalam beberapa bulan terakhir.

Syafrin melanjutkan Dishub DKI sedang mengintifikasi waktu operasional kendaraan berat. Mengacu pada aturan, kendaraan berat seperti truk bisa memasuki tol dalam kota pada malam hari. Namun, truk-truk tersebut dapat beralih ke tol JORR setelah pukul 05.00 WIB.

"Kami berharap ini dilakukan terkoordinasi karena mereka akan uji emisi, misalnya di pintu masuk tol dan sebagainya. Mekanismenya yg akan kita diskusikan dengan pengelola tol dan BPJT. Targetnya tahun ini," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masih mencari solusi untuk mengurang polusi udara di Ibukota yang terjadi saat ini.

"Salah satu kecurigaan kita ini di jalan tol JORR san sekitarnya justru terjadi kepadataan kendaraan berat di malam hari. Volume cukup besae jadi pemantau alat ukur kita karena di daerah Jakarta Selatan seperti Jagakarsa itu justru tinggi [polusinya]," katanya, Selasa (30/7/2019).

Kualitas udara DKI Jakarta pada Selasa pagi (30/7/2019), menurut data AirVisual, dalam kategori tidak sehat.

Indeks kualitas udara (US Air Quality Index/AQI) Jakarta pada pukul 09.00 WIB berada di angka 178. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara di Jakarta berada dalam kategori tidak sehat (151-200) dengan kandungan polusi PM2.5 sebesar 107,4 mikrogram/m³.

Ambang batas normal yang ditetapkan World Health Organization (WHO) untuk kandungan polusi atau partikel debu halus PM2.5 adalah 25 mikrogram/m³. Sedangkan ambang batas normal polusi PM2.5 yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah 65 mikrogram/m³.

Dengan level AQI, menurut AirVisual tersebut, Jakarta menempati peringkat pertama kota paling berpolusi di dunia. Tingkat polusi Jakarta pagi ini berada di atas Kota Kabul, Afghanistan dan Kuwait City, Kuwait.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta jalan tol
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top