APBD DKI 2020 Disimulasikan Rp92 Triliun-Rp 95 Triliun

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) periode 2020.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  15:35 WIB
APBD DKI 2020 Disimulasikan Rp92 Triliun-Rp 95 Triliun
Air mancur di Balai Kota DKI Jakarta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) periode 2020.

Hal ini terungkap dalam dokumentasi yang diunggah Hubungan Masyarakat Pemprov DKI Jakarta, Senin (29/7/2019).

Dalam dokumentasi tersebut, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) memberikan dua alternatif simulasi bertajuk Alternatif I (Moderat) dan Alternatif II (Optimis).

Dalam simulasi Moderat total APBD diperkirakan mencapai Rp92,7 triliun, sedangkan dalam simulasi Optimis total APBD diperkirakan mencapai Rp95,9 triliun. Sementara dalam kedua alternatif itu, SiLPA 2019 sama-sama diperkirakan berada di angka Rp8,77 triliun.

Menariknya, tak seperti strategi tahun ini, Bapedda justru menargetkan adanya surplus dari pendapatan dikurangi belanja pemerintah sebesar Rp2,02 triliun (Moderat) atau Rp3,02 triliun (Optimis).

Nantinya, surplus ini justru akan digunakan untuk menutup pengeluaran pembiayaan yang mencapai Rp10,79 triliun (Moderat) atau Rp11,79 triliun (Optimis). Dengan dominasi penyertaan modal daerah (PMD) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang targetnya dalam simulasi Moderat dan Optimis sama-sama mencapai Rp9,75 triliun.

Di antaranya PT MRT Jakarta (Rp2,6 triliun), PT Jakarta Propertindo (Rp2,3 triliun), PT Pembangunan Sarana Jaya (Rp999 miliar), PT PAM Jaya (Rp3,3 triliun), PD Dharma Jaya (Rp100 miliar), serta PT Jakarta Tourisindo (Rp92 miliar).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apbd dki

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top