Satgas Karhutla Jakarta Kembali dengan Selamat, Anies Siap Kirim Tim Lagi

Tim Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah kembali ke Ibu Kota dengan selamat.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  21:45 WIB
Satgas Karhutla Jakarta Kembali dengan Selamat, Anies Siap Kirim Tim Lagi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambut Tim Satgas Terpadu Karhutla Pemprov DKI Jakarta ini telah menunaikan tugas kemanusiaan di Provinsi Jambi - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Tim Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah kembali ke Ibu Kota dengan selamat.

Tim Satgas Terpadu Karhutla Pemprov DKI Jakarta ini telah menunaikan tugas kemanusiaan di Provinsi Jambi yang terdampak kabut asap, sejak tanggal 20-30 September 2019, khususnya di 3 (tiga) wilayah, yakni Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi kinerja tim dan menegaskan bahwa Jakarta akan konsisten berkomitmen membantu daerah-daerah dan masyarakat yang terdampak bencana di seluruh wilayah Indonesia, seperti Karhutla di Jambi.

"Inilah Indonesia, jadi ketika ada saudara kita sebangsa mengalami penderitaan akibat bencana, kita semua di Jakarta datang turun tangan, langsung terlibat. Ini membuat rasa persatuan kita makin kuat. Kita ingin sekali perasaan sebangsa dan senegara itu dirawat dan yang kita kerjakan kemarin adalah bagian dari menjaga dan menguatkan persatuan,” ujar Anies ketika menyambut tim di Balaikota, Selasa (1/10) sore.

Anies turut mengapresiasi masyarakat dan Pemprov Jambi yang dengan tangan terbuka menerima kehadiran Tim Satgas Karhutla Pemprov DKI Jakarta untuk bertugas membantu penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Jambi.

Apresiasi juga disampaikan kepada semua pihak yang terlibat, seperti unsur Kementerian Dalam Negeri khususnya Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran.

"Kami di DKI Jakarta sebuah kota dengan penduduk yang berasal dari seluruh Indonesia. Karena itu, kami memiliki perasaan yang lebih dekat kepada begitu banyak wilayah setiap kali ada bencana-bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai belahan Indonesia. Kita lakukan ini bukan yang pertama kali," tambahnya.

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri Syafrizal sepakat bahwa penugasan ini merupakan bentuk merawat persatuan Indonesiaan.

"Di manapun bagian yang sakit, di bagian lain di Indonesia kita juga ikut merasakan sakit. Solidaritas seperti ini akan terus kita kembangkan sehingga keIndonesiaan kita dilahirkan dari rasa solidaritas, rasa senasib sepenanggungan sehingga Indonesia makin kuat ke depan," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

"Di samping itu juga tentu pertolongan dalam keadaan darurat bagian dari salah satu upaya kita, tapi bagian lain lebih penting adalah ke depan kita terus berupaya untuk melakukan pencegahan, sehingga akibat dari bencana yang ditimbulkan bisa kita tekan, kita minimalisir resikonya," tambahnya.

Tim Satgas Terpadu Karhutla ini terdiri dari 79 personel gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta, Dinas Sosial DKI Jakarta.

Serta Biro Administrasi Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DKI Jakarta, TAGANA DKI Jakarta, dan didukung BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, Relawan Jakarta-Squad Penanggulangan Bencana, dan Tim Supervisi Institut Teknologi Bandung.

Beberapa tugas yang berhasil dituntaskan yakni, pemadaman kebakaran hutan dan lahan di 3 area, yakni di Desa Puding, Desa Sukobrajo dan Desa Pemunduran, Kabupaten Muaro Jambi.

Selain itu, dari sisi kesehatan, tim bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi 993 pasien di 7 desa, yakni Desa Puding, Sungai Bungur, Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi dan Desa Petanang, Pulau Mentaro, Betung, Mekarsari, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.

Pembuatan 5 unit Rumah Oksigen, yakni 1 lokasi di Puskesmas PAAL V Kota Jambi, 2 lokasi di Puskesmas Pematang Raman dan Puskesmas Simpang Kabupaten Tanjung Jabung, 2 lokasi di Puskesmas Pastu dan Puskesmas Puding Kabupaten Muaro Jambi.

Selain itu, tim yang berisi para relawan juga berhasil membuat 43 ruang kelas tahan asap di 24 sekolah mencakup 3 wilayah, yaitu 6 sekolah di Kota Jambi, 9 sekolah di Kabupaten Muaro Jambi, dan 9 sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan membagi 13.000 masker di 10 lokasi mencakup 3 wilayah, yaitu 7 lokasi di Kota Jambi, 2 lokasi di Kabupaten Muaro Jambi, dan 1 lokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top