Lalu Lintas Depan DPR Dibuka, Akan Ditutup Kembali Saat Ada Unjuk Rasa

Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR RI akhirnya dibuka setelah ditutup selama sepekan lebih. Namun jalanan ini akan kembali ditutup jika akan diadakan kembali demonstrasi berskala besar.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  10:17 WIB
Lalu Lintas Depan DPR Dibuka, Akan Ditutup Kembali Saat Ada Unjuk Rasa
Mahasiswa bentrok dengan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, (24/9). Bentrokan terjadi saat polisi berusaha membubarkan aksi mahasiswa yang menolak revisi sejumlah Undang-undang yang diusulkan DPR. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR RI akhirnya dibuka setelah ditutup selama sepekan lebih. Namun jalanan ini akan kembali ditutup jika akan diadakan kembali demonstrasi berskala besar.

Kadubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan saat ini jalan Gatot Subroto di depan gedung Senayan dibuka seluruhnya. Pembatas jalan juga sudah dibuka sejak tadi malam secara bertahap.

"Kalau demo besar itu baru ditutup, event seperti itu kan tidak ada, jadi ya sudah tidak perlu ditutup," katanya, Kamis (3/10/2019).

Polisi belum dapat memastikan kapan jalan tersebut akan kembali ditutup. Pasalnya pada 20 Oktober mendatang akan diselenggarakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Gedung DPR.

Penutupan jalan sudah dilakukan sejak 23 September 2019. Saat itu aksi puluhan mahasiswa yang berlangsung kondusif meski sempat tengang menjelang malam.

Satu hari berselang polisi mulai memasang kawat berduri di depan pintu DPR sekaligus menutup aksi jalan sesuai dengan kepadatan. Aksi ini berujung ricuh dan menimbulkan banyak korban luka.

Setelah itu, polisi memasang pembatas beton sekitar 200 meter sebelum tiba di pintu utama DPR. Langkah ini dilakukan untuk membendung massa menuju ke pintu masuk. Batas tersebut dilakukan hingga kemarin saat aksi puluhan ribu serikat buruh di Jakarta dan sekitarnya.

"Kita menutup jalan itu karena situasi seperti unjuk rasa yang sudah diterima melalui rekan intelijen," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, demo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top