Korban Kebakaran Bidaracina Bertambah Jadi 359 Jiwa

Data yang dihimpun petugas gabungan, Selasa (22/10/2019) siang menunjukkan jumlah korban bertambah menjadi 359 jiwa dari semula 183 jiwa. Hal itu tercatat di papan informasi yang terpasang di lokasi pengungsian SDN Bidaracina 3 Pagi, Jalan Setia Nomor 10. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  13:53 WIB
Korban Kebakaran Bidaracina Bertambah Jadi 359 Jiwa
Ilustrasi - ANTARA/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah korban kebakaran yang terjadi di Kampung Pondok Kaleng, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, mengalami peningkatan.

Data yang dihimpun petugas gabungan, Selasa (22/10/2019) siang menunjukkan jumlah korban bertambah menjadi 359 jiwa dari semula 183 jiwa. Hal itu tercatat di papan informasi yang terpasang di lokasi pengungsian SDN Bidaracina 3 Pagi, Jalan Setia Nomor 10. 

Jumlah korban terdiri atas usia balita 31 jiwa, lansia 31 jiwa, pelajar SD 38 jiwa, pelajar SMP sembilan jiwa, pelajar SMA 14 jiwa dan dewasa 227 jiwa.

"Mereka adalah warga di RT08, RT09 dan RT12 RW02 Pondok Kaleng," kata Camat Jatinegara, Asril Rizal di Jakarta.

Dari total 14 RT di Kampung Pondok Kaleng, sebanyak 11 rumah di antaranya berhasil selamat dari kebakaran api.

Ratusan korban kebakaran tersebut saat ini ditampung di empat tenda pengungsian setelah 56 unit rumahnya terbakar pada Senin (21/10) pukul 15.00 WIB.

Instansi terkait dari Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia, Taruna Siaga Bencana (Tagana) maupun unsur pemerintah setempat telah mendistribusikan logistik bagi pengungsi sejak Senin dini hari.

Selain keperluan makanan serta selimut dan popok, petugas juga memfasilitasi pengobatan bagi para korban.

Sejumlah saksi mata kebakaran yang menghanguskan 51 unit bangunan rumah tinggal di Bidaracina, Jakarta Timur, Senin sore, menyebutkan sumber api berasal dari RT 09 RW 02.

"Yang saya lihat sumber api dari RT 09, tapi enggak tahu rumah yang mana," kata warga RT 08 RW 02 Bidaracina, Muhammad Fikry, 20.

Fikry yang berprofesi sebagai pedagang soto di dekat Halte Bidaracina mengaku baru menyadari rumahnya terbakar saat dibangunkan oleh ibunya sekitar pukul 15.00 WIB.

Anak bontot (bungsu) dari lima bersaudara itu menghuni rumah di RT 08 RW 02 Bidaracina bersama dua orang tuanya.

"Ibu saya teriak kebakaran, kebakaran sambil bangunin saya. Pas ngeliat, api dari arah RT 09 kebawa angin ke rumah saya," kata Fikry.

Saksi mata lainnya, Sakiman, 70, mengaku sempat pingsan setelah api dari RT 09 merambat cepat ke rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Fikry.

"Saya memang punya penyakit vertigo. Kaget juga liat api gede banget depan mata, saya langsung pingsan," katanya.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB yang melanda RT08 sebanyak 27 rumah yang dihuni 40 kepala keluarga, RT 09 sebanyak 21 rumah yang dihuni 35 kepala keluarga, dan di RT 12 sebanyak empat rumah yang dihuni satu kepala keluarga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top