Karnaval Jakarta Langit Biru Diklaim Kurangi Polusi Udara 35,58 Persen

Karnaval Jakarta Langit Biru diklaim dapat mengurangi polusi udara hingga 35,58 persen di Jalan Sudirman.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  10:25 WIB
Karnaval Jakarta Langit Biru Diklaim Kurangi Polusi Udara 35,58 Persen
Penyerahan piagam penghargaan MURI kepada Pemprov DKI Jakarta dan PT PLN. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Karnaval Jakarta Langit Biru diklaim dapat mengurangi polusi udara hingga 35,58 persen di Jalan Sudirman.

Pawai kendaraan listrik itu digelar PT PLN dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari Bundaran Senayan hingga Bundaran HI dan kembali lagi ke Bundaran Senayan. 

"Kegiatan Karnaval Jakarta Langit Biru tercatat menurunkan tingkat polutan PM2,5 hingga 35,58 persen selama berlangsungnya kegiatan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono dalam keterangan tertulis, Minggu (27/10/2019).

Berdasarkan pengukuran di lokasi kegiatan dibandingkan dengan dua hari sebelumnya tercatat rata-rata:
Partikel polusi PM2,5 pada Jumat, 25 Oktober: 93,00 ug/m3.
Partikel polusi PM2,5 pada Sabtu, 26 Oktober: 78,08 ug/m3.
Partikel polusi PM2,5 pada Minggu, 27 Oktober: 59,91 ug/m3.

Dinas Lingkungan Hidup juga membandingkan kepadatan polutan PM2,5 selama berlangsungnya kegiatan, yaitu :
Pukul 14.00: 87,26 ug/m3
Pukul 15.00: 66,25 ug/m3
Pukul 16.00: 56,68 ug/m3
Pukul 17.00: 47,53 ug/m3
Pukul 18.00: 41,85 ug/m3

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut kendaraan listrik dan sepeda sebagai solusi untuk polusi udara Jakarta. 

"Kita menyadari banyak tantangan mengenai kualitas udara, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mendorong menggunakan kendaraan yang tidak menimbulkan polusi atau bebas emisi," kata Anies.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (IUD) Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan ada tiga hal yang menjadi perhatian utama PLN di Hari Listrik Nasional ke-74 yang jatuh pada Minggu 27 Oktober 2019 yang juga bertepatan dengan kegiatan Karnaval mobil listrik Jakarta Langit Biru. 

Tiga hal itu adalah eco living, eco moving dan eco lifestyle. 

"Pertama eco living bagaimana di rumah, rumah kita jadi ramah lingkungan, kita dorong penggunaan solar rooftop. Kedua, eco moving bagaimana kita bergerak menggunakan listrik seperti kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Ketiga, eco lifestyle, kita tahu kehidupan kita pake listrik, kita dorong semuanya menggunakan energi listrik," kata Ikhsan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan, polusi udara

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top