Realisasi Investasi Triwulan III/2019, DKI Jakarta Catat Rekor

Data realisasi investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia menyebut bahwa DKI Jakarta berhasil menjadi provinsi dengan realisasi terbesar pada Triwulan III 2019.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 07 November 2019  |  13:03 WIB
Realisasi Investasi Triwulan III/2019, DKI Jakarta Catat Rekor
Jakarta Investment Centre - doc. Humas

Bisnis.com, JAKARTA — Data realisasi investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia menyebut bahwa DKI Jakarta berhasil menjadi provinsi dengan realisasi terbesar pada Triwulan III 2019.

Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ditambah Penanaman Modal Asing (PMA) pada Juli sampai September 2019 mencapai Rp205,7 triliun. Realisasi Investasi berdasarkan lokasi proyek terbesar yaitu DKI Jakarta (Rp41,1 triliun, 20,0 persen), Jawa Barat (Rp33,4 triliun, 16,2 persen), Jawa Timur (Rp14,8 triliun, 7,2 persen), Riau (Rp13,1 triliun, 6,4 persen ), dan Jawa Tengah (Rp11,1 triliun, 5,4 persen).

"Berdasarkan data tersebut, realisasi investasi di Provinsi DKI Jakarta mengalami peningkatan yang signifikan dan menjadi perolehan realisasi investasi terbesar dalam sejarah realisasi investasi per triwulan di Jakarta," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Benni Aguscandra dalam keterangan resminya, Kamis (7/11/2019).

Realisasi Investasi Provinsi DKI Jakarta pada Triwulan III tahun 2019 sebesar Rp41,1 triliun, meningkat 56,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Hal itu terdiri atas  realisasi PMDN sebesar Rp15 triliun dengan 708 proyek dan realisasi PMA sebesar Rp26,1 triliun (US$ 1,7 miliar) dengan 2.552 proyek.

Pada periode triwulan III tahun 2019 realisasi PMA di provinsi DKI Jakarta tertinggi dibandingkan realisasi PMA provinsi lain di Indonesia.

“Berbagai program dan kebijakan Gubernur Provinsi DKI Jakarta terkait bidang penanaman modal dan kemudahan perizinan telah menjadikan DKI Jakarta sebagai primadona Investasi bagi para investor dalam negeri maupun investor asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia” tambah Benni.

Benni menambahkan Visi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mewujudkan "Wajah Baru Jakarta" yang berbakti, berhati, berkolaborasi dan merangkul, juga diterapkan dalam kebijakan penanaman modal dan kemudahan perizinan di Jakarta.

Fokus kegiatan strategis daerah penanaman modal dan kemudahan perizinan tersebut antara lain berupa optimalisasi Jakarta Investment Centre (JIC), perbaikan peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business) - Jakarta berkontribusi sebesar 78 persen dalam penilaian World Bank, mengoperasikan gerai memulai usaha (starting business corner) di Mal Pelayanan Publik, mendorong para investor di Jakarta untuk bermitra dengan UMKM, dan promosi investasi terfokus berdasarkan sektor usaha.

Lebih lanjut Benni menerangkan sektor yang paling diminati para investor PMDN yaitu Konstruksi (Rp5,8 triliun), Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp5 triliun), dan Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp2 triliun).

Sedangkan sektor yang paling diminati para investor PMA yaitu Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp21,1 triliun), Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp3 triliun), dan Jasa Lainnya (Rp1 triliun).

Adapun urutan tertinggi wilayah Kota/Kabupaten Administrasi di Provinsi DKI Jakarta dalam mencatatkan realisasi investasi PMDN dan PMA, yakni Jakarta Selatan (Rp24,5 triliun), Jakarta Pusat (Rp14 triliun), Jakarta Timur (Rp1,1 triliun), Jakarta Barat (Rp1 triliun), Jakarta Utara (Rp354 miliar) dan Kabupaten Kepulauan Seribu (Rp114 miliar).

“Jakarta Selatan menjadi lokasi tertinggi dalam realisasi investasi pada triwulan III tahun 2019 ini, ke depannya kami akan terus mendorong para investor untuk melakukan penanaman modal di seluruh wilayah DKI Jakarta, khususnya di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu” ujar Benni.

Lebih lanjut Benni menambahkan berbagai upaya terus dilakukan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta untuk menarik investor, di antaranya melakukan kegiatan promosi investasi kepada calon investor dalam dan luar negeri baik melalui Business Forum maupun Business Matchmaking, menawarkan peluang investasi dengan pemanfaatan skema Kerjasama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPDBU) serta menguatkan fungsi Jakarta Investment Centre (JIC).

“Penciptaan iklim usaha yang kondusif dan kemudahan akses dalam perizinan usaha menjadi fokus utama kami dalam menarik minat investor ke Jakarta” ujar Benni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jakarta, bkpm, realisasi investasi

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top