Biaya Pembangunan Rp50 Miliar, Masjid Apung Ancol Tak Pakai AC

Terkait dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam pembangunan Masjid Apung, ia memastikan bahwa proses pembuangan limbah yang tidak terbuang langsung ke laut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 November 2019  |  12:06 WIB
Biaya Pembangunan Rp50 Miliar, Masjid Apung Ancol Tak Pakai AC
Ketua Dewan Masjid Indonesia Pusat Jusuf Kalla (tengah), Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali (kanan) memulai pencanangan Masjid Apung Ancol di di Pantai Ria Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11/2019). - ANTARA/Fauzi.

Bisnis.com, JAKARTA – Selain desain modern tampa kubah sebagaimana umumnya masjid, Masjid Apung Ancol akan memiliki teknologi terkini.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Teuku Sahir Syahali mengatakan proyek pembangunan Masjid Apung Ancol, Jakarta Utara menghabiskan dana sekitar Rp50 miliar. “Anggaran dari [Jaya] Ancol, kurang lebih Rp50 miliar,” ujar di Jakarta, Sabtu (9/11/2019), dilansir Antara.

Terkait dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam pembangunan Masjid Apung, ia memastikan bahwa proses pembuangan limbah yang tidak terbuang langsung ke laut.

Teuku Sahir mengatakan limbah air hujan akan ditampung untuk penyiraman, sedangkan untuk limbah jenis lainnya, pihak Jaya Ancol akan menerapkan daur ulang.

Bahan bangunan dari Masjid Apung akan menggunakan material stainless steel dan kayu agar bangunan sejuk, serta terdapat beberapa sekat untuk angin keluar masuk.

“Kita nanti enggak ada AC, kita lewatkan angin ke atas sebagai efisiensi dari energi listrik. Dari air, dengan yang disampaikan oleh Pak JK, [air keluar] dengan sensor, jadi air enggak keluar daur ulang total,” ujar dia.

Teuku mengatakan produksi air sebagian akan menggunakan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dapat memproses air laut menjadi air tawar untuk keperluan masjid.

Proses pembangunan Masjid Apung Ancol direncanakan memakan waktu 1 tahun mulai dari pelaksanaan pemancangannya. Lokasinya yang menjorok dari daratan menjadikan masjid itu bangunan unik dan satu-satunya di Jakarta.

Nantinya, area masjid memiliki luas 2.000 meter persegi mampu menampung hingga 2.500 umat.

Bangunan akan berbentuk segi lima yang mencerminkan rukun Islam serta jumlah waktu shalat wajib dalam satu hari. Tinggi masjid mencapai 25 meter yang melambangkan 25 nabi yang dikisahkan dalam Al Qur’an.

Pada sisi luar masjid akan terdapat enam minaret (menara) yang melambangkan dasar rukun iman.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menekankan pembangunan konstruksi harus terus dimonitor. “Harus on budget, harus on quality, harus on schedule, itu yang harus dipegang,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ancol, masjid

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top