Musim Hujan, Pemprov DKI Antisipasi Potensi Banjir

Pemprov DKI mulai mengantisipasi bencana banjir seiring dimulainya periode musim hujan di Jakarta.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 14 November 2019  |  15:58 WIB
Musim Hujan, Pemprov DKI Antisipasi Potensi Banjir
Pedagang memasak saat banjir menggenangi kawasan Tanjung Duren, Jakarta - Antara/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA--Pemprov DKI mulai mengantisipasi bencana banjir seiring dimulainya periode musim hujan di Jakarta.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa langkah di lapangan, misalnya mengeruk waduk, sungai, dan saluran di berbagai wilayah.

"Pengerukan ini dilakukan untuk menambah daya tampung air hujan atau limpahan sungai. Dinas Sumber Daya Air juga mempersiapkan 400 unit pompa unuk berjaga-jaga ketika hujan datang," katanya saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Kamis (14/11/2019).

Dia menuturkan pengerukan waduk dan sungai dilakukan menggunakan alat berat (eskavator) yang dimiliki oleh Pemprov DKI untuk mengeruk sampah dan lumpur yang menumpuk di 17 sungai serta 5 waduk yang berada di Jakarta dan sekitarnya.

Kelima waduk tersebut antara lain, Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Teluk Gong, Waduk BPP Poncol, dan Embung Cendrawasih.

Bukan itu saja, Juanini mengatakan pihaknya juga akan menerjunkan ribuan petugas untuk memantau kinerja pompa dan alat berat.

"Total ada 7.889 petugas atau Satgas Biru yang akan turun ke lapangan," imbuhnya.

Dia mengatakan telah membangun 987 titik sumur resapan di 5 wilayah di Jakarta dengan target 1.000 titik sumur resapan pada tahun 2019. Dengan berbagai upaya ini, Juani berharap akan akan pengurangan titik genangan dan banjir pada tahun ini.

Berdasarkan pengamatan Dinas SDA DKI, ada 242 titik laporan genangan berulang dengan 30 lokasi genangan berulang terjadi pada 2017 dan 2018. Sementara itu, terdapat 14 lokasi genangan pada tahun ini.

Sebagai informasi, Pemprov DKI menyiapkan 33 unit pompa mobile dengan kapasitas 28,512 m3/detik, 457 unit pompa stationer di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 m3/detik.

Selain itu, ada pula excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase, AWLR (Automatic Water Level Recorder) di 21 lokasi, serta CCTV Online sejumlah 103 unit.

"Sebanyak 7.889 personil akan mengoperasikan dilengkapi 260 unit alat berat dan 461 unit dump truck," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Banjir Jakarta, Pemprov DKI

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top