Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RISED : Mayoritas Warga Jakarta Anggap Skuter Listrik Tak Aman

Peneliti Rised sekaligus akademisi Universitas Airlangga Rumayya Batubara mengungkapkan masyarakat DKI Jakarta lebih mendukung pembatasan skuter listrik karena alasan tidak aman.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 November 2019  |  15:17 WIB
RISED : Mayoritas Warga Jakarta Anggap Skuter Listrik Tak Aman
Pengguna Grabwheels - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) mengungkapkan bahwa skuter listrik dinilai negatif oleh masyarakat DKi Jakarta  karena tidak aman.

Peneliti RISED sekaligus akademisi Universitas Airlangga Rumayya Batubara mengungkapkan masyarakat DKI Jakarta lebih mendukung pembatasan skuter listrik karena alasan tidak aman.

"Pandangan overall negatif, dari 1.000 responden, pengguna jalan raya 75,4 persen menolak, hanya 24,6 persen menerima," ujarnya Kamis (28/11/2019).

Selain itu, 67,5 persen pejalan kaki mengeluhkan tidak nyaman dengan skuter listrik karena ketidakamanan dan sikap pengguna yang tidak tertib.

Dia menjelaskan pejalan kaki sering merasa terganggu dan terancam dengan adanya skuter listrik di Jakarta.

Selain itu, sekitar 81,8 persen responden mendukung pembatasan skutik karena ada kebutuhan atau demand dari masyarakat adanya regulasi terkait skutik ini. Artinya, jelas Rumayya, masyarakat DKI Jakarta mendukung rencana pembatasan penggunaan skuter listrik.

Terkait tujuan pengguna skuter listrik, imbuhnya, ternyata 65,2 persen untuk rekreasi dan 34,8 persen yang menggunakan sebagai alat transportasi.

"Ini memperkuat pembentukan regulasi ini, masa rekreasi membuat orang jadi lebih sengsara. Artinya, skuter listrik belum dianggap sebagai alat transportasi oleh responden," tuturnya.

Dia mengatakan persepsi terhadap pengguna skutik pun 81,7 persen responden menilai pengguna tidak tertib.

Terkait regulasi, jelasnya, dapat berbentuk apapun, yang terpenting hasil dari regulasi tersebut membuat pengguna jalan nyaman dan meningkatkan keamanannya.

Di dunia, jelasnya, skuter listrik kecenderungannya diregulasi walaupun batasannya berbeda-beda masing-masing negara. Menurutnya, pemerintah harus membuat aturan yang mudah, misal lokalisasi hanya di tempat-tempat tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grab indonesia skuter listrik
Editor : Hendra Wibawa
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top