Rumah Amblas di Matraman Tanggungjawab Kontraktor

Penghuni rumah, Joko Suseno, menyebut tanah rumah ambles setelah ada perbaikan gorong-gorong persis di depan dua hunian milik keluarganya itu. Pantauan Tempo, petugas tampak membongkar aspal jalan persis di pinggiran bangunan rumah-rumah.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 15 Desember 2019  |  12:22 WIB
Rumah Amblas di Matraman Tanggungjawab Kontraktor
rumah amblas - Repro/Tempo

Bisnis.com, JAKARTA – Dua rumah di Jalan Kayu Manis IX, RT 004 RW 008, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur yang ambles pada Jumat (13/12) akan segera diperbaiki.

Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengatakan kontraktor bakal memperbaiki rumah yang amblas akibat pengerjaan proyek normalisasi saluran air di Jalan Kayu Manis IX, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Anwar berujar kontraktor harus bertanggung jawab membangun kembali dua rumah yang rusak.

“Itu kan sebab dari proyek. Apapun alasannya, (rumah) tua, saya tidak mau tahu, you harus ganti  tanggung jawab,” kata Anwar di kantor Lurah Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Minggu, 15 Desember 2019.

Anwar menyebut telah memanggil Camat Matraman pada Sabtu malam untuk meminta kontraktor proyek bertanggung jawab. Dia tak mengingat perusahaan kontraktor itu. Menurut dia, biaya perbaikan seluruhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.

“Kemarin katanya sudah deal, sudah oke, sudah siap,” ucap dia. “Kontraktor kan saya pikir memperbaiki sambil bekerja tidak terlalu berat ya.”

Anwar menceritakan pemerintah kota Jakarta Timur tengah mengerjakan proyek normalisasi saluran air di Jalan Kayu Manis IX.

Pengerjaannya, lanjut dia, memang membutuhkan galian tanah yang cukup lebar, lebih dari satu meter. Karena itulah, Anwar menduga, penggalian tanah membuat fondasi rumah di sekitar proyek terkikis. Dia menuturkan proyek harus rampung Desember ini.

Sebelumnya, dua rumah di Jalan Kayu Manis IX, RT 004 RW 008, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur ambles pada Jumat malam, 13 Desember 2019.

Penghuni rumah, Joko Suseno, menyebut tanah rumah ambles setelah ada perbaikan gorong-gorong persis di depan dua hunian milik keluarganya itu. Pantauan Tempo, petugas tampak membongkar aspal jalan persis di pinggiran bangunan rumah-rumah.

Pengecoran gorong-gorong, Joko menambahkan, sebelumnya dilakukan di seberang rumahnya. Kini pengecoran sudah rampung dan tak ada kejadian seperti yang dialami keluarga Joko.

Joko berujar tak ada korban atas kejadian rumah ambles imbas pengecoran gorong-gorong tersebut. Pemilik rumah yang merupakan tante Joko, Suhartini, menyebut dua hunian ini dibangun pada 1939. Dia pun memperbaiki rumah sekitar 1990-an.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jakarta

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top