Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fraksi PDIP: Program Naturalisasi Cuma Narasi Fiksi Tanpa Eksekusi Nyata

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono menilai kejadian banjir yang terjadi di Jakarta sebenarnya dapat dihindari jika Pemprov DKI Jakarta benar-benar serius dalam merealisasikan program penanggulangan banjir Jakarta.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  10:03 WIB
Seorang warga berada di atas jembatan Sungai Ciliwung yang meluap dan banjir menggenangi kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020). - ANTARA /M Risyal Hidayat
Seorang warga berada di atas jembatan Sungai Ciliwung yang meluap dan banjir menggenangi kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020). - ANTARA /M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta merasa kecewa dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait dengan penanganan banjir di Ibu Kota.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono menilai kejadian banjir yang terjadi di Jakarta sebenarnya dapat dihindari jika Pemprov DKI Jakarta benar-benar serius dalam merealisasikan program penanggulangan banjir Jakarta.

Pasalnya, penanganan banjir ini kan salah satu janji kampanye Anies pada Pilkada DKI 2017. Ini artinya, penanganan banjir di Jakarta bukanlah janji yang mudah untuk dipenuhi. Diperlukan pemimpin dengan aksi kongkrit yang nyata, bukan sekadar solusi yang bersifat pendekatan kata-kata,

"Gubernur Anies telah gagal menangani banjir di Jakarta. Program naturalisasi yang digadang-gadang seakan hanya menjadi narasi fiksi, tanpa ada eksekusi yang nyata," katanya, Kamis (2/1/2020).

Anggota Komisi A tersebut mengatakan praktis tidak ada eksekusi program penanggulangan banjir yang konkret dari Anies dan jajaran satuan kerja perangkat daerah.

Di sisi lain, Pemerintah pusat pun juga sudah mencoba untuk melakukan kerjasama dalam penanggulangan banjir di Jakarta terkait program normalisasi dan sodetan Ciliwung.

"Pemerintah pusat menawarkan menjalankan operasional sodetan, sedangkan Pemprov melakukan pembebasan lahan. Namun, pembebasan lahan tersebut sampai saat ini tidak dilakukan oleh Anies," ungkapnya.

Gembong meminta Anies belajar untuk mengerti permasalahan banjir di Jakarta. Menurutnya, perlu ada pembangunan infrastruktur yang efektif dan efisien. Bukan hanya sekedar enak dipandang mata.

Fraksi PDI Perjuangan menilai program yang dilakukan selama ini hanya fokus ke masalah estetika atau beautifikasi, tanpa memikirkan fungsi dan manfaat.

Menurutnya, bencana banjir pada awal tahun terjadi Karena tidak adanya kejelasan langkah-langkah preventif Pemprov DKI. Meski demikian, dia mengapresiasi kerja Gubernur Anies untuk membantu mengevakuasi korban banjir.

"Memberi bantuan memang harus dilakukan oleh Gubernur dalam membantu korban banjir. Namun, Anies juga perlu mempertanggungjawabkan tindakan preventif. Ini yang sama sekali belum dilakukan sehingga menyebabkan banjir meluas di lima wilayah," ucap Gembong.

Fraksi PDI Perjuangan mendesak agar seluruh jajaran eksekutif Pemprov DKI Jakarta benar-benar serius dalam menyelesaikan permasalahan banjir yang seharusnya sudah dirampungkan selama dua tahun ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta anies baswedan
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top