Buka MUS Halal Convenience Store, MIS Group Rangkul UMKM

Bisnis.com, JAKARTA – Melalui anak usahanya, PT Multi Usaha Syariah (MUS), MIS Group mulai merambah bisnis toko berkonsep halal dengan nama MUS Halal Convenience Store.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  17:35 WIB
Buka MUS Halal Convenience Store, MIS Group Rangkul UMKM
(Kiri-Kanan) : CEO Multi Usaha Syariah Muhd Imanuddin Nur, Chairman Multi Inti Sarana Group Tedy Agustiansjah, Sekretaris Kecamatan Limo Kota Depok Ahmad Ubaidillah, dan Ketua MUI Kota Depok sekaligus Ketua DMI Kota Depok Nasri Muhammad, saat pembukaan outlet pertama MUS Halal Convenience Store, di Meruyung, Depok (2/2). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Melalui anak usahanya, PT Multi Usaha Syariah (MUS), MIS Group mulai merambah bisnis toko berkonsep halal dengan nama MUS Halal Convenience Store.

Mulai beroperasi di kawasan Meruyung, Depok, Jawa Barat, berdekatan dengan area wisata religi Masjid Kubah Emas, MUS Halal Convenience Store yang resmi dibuka pada Minggu (2/2) menjadi alternatif baru bagi warga Depok untuk berbelanja produk halal kebutuhan sehari-hari dengan konsep kenyamanan. MUS Halal Convenience Store juga dilengkapi dengan toko grosir.

“MUS Halal Convenience Store hadir pertama kalinya di Kota Depok untuk melayani masyarakat yang sangat peduli kesehatan dan memerlukan gerai produk halal yang nyaman. Tak sekadar itu, kami juga membangun sinergi dengan para pelaku UMKM untuk maju bersama melalui usaha toko halal ini,” ujar Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah yang hadir saat Grand Opening MUS Halal Convenience Store, disaksikan jajaran direksi dan komisaris MIS Group.

Memasuki 2020 halal awareness kian tumbuh di berbagai kalangan masyarakat seiring dengan halal food, halal cosmetics, dan halal mart yang kian menjadi tren di Tanah Air. Apalagi dengan mayoritas penduduk muslim, peluang usaha produk halal semakin besar.

Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi Multi Inti Sarana Group (MIS Group) merambah ke bisnis ini.

Di MUS Halal Convenience Store, lanjut Tedy, tersedia area khusus bagi para mitra UMKM untuk memasarkan produknya. Selain itu, toko atau warung sekitar juga dapat memanfaatkan MUS Halal Convenience Store untuk mendapatkan beragam paket grosir produk halal berkualitas. “

Kami berharap dapat menjadi bagian dari pergerakan ekonomi kerakyatan dan tumbuh bersama masyarakat,” kata Tedy di sela-sela Store Tour di MUS Halal Convenience Store yang terdiri dari tiga lantai, ditempati MUS Halal Market, MUS Halal Café, gudang produk grosir, gerai UMKM, mushala, toilet, dan area olahraga panahan.

Tedy menjelaskan, MUS juga siap menggandeng UMKM yang membutuhkan modal ataupun pemasaran.

“MUS akan menjadi one stop solution melalui empat unit usahanya yang mencakup produk, lab, toko, dan kuliner,” jelas Tedy.

Tedy mengungkapkan, belum banyak korporasi yang fokus menggarap bisnis seperti ini. “Semua produk yang kami jual di MUS Halal Market telah memenuhi uji lab BPOM untuk mendapatkan izin edar dengan kode ML. Dan tentunya mengikuti verifikasi halal standar MUI. MUS tidak memasarkan produk rokok, minuman beralkohol, obat kuat atau suplemen, termasuk alat kontrasepsi,” tegasnya.

Rencananya MUS Halal Convenience Store akan terus dikembangkan di seluruh wilayah Tanah Air, ditargetkan sekitar 200 toko halal. Pertimbangannya, kata Tedy, karena MIS Group saat ini berafiliasi dengan beberapa koperasi di Indonesia, dengan jumlah anggota sekitar 1.400 dari kelompok menengah-atas yang sebagian berprofesi wirausahawan, sehingga potensi untuk menjadi mitra toko halal sangat besar. Misalnya, bila ada anggota koperasi memiliki dua ruko, bisa bekerja sama dengan MUS untuk mendirikan toko halal di daerahnya.

“Toko halal akan memacu MIS Group untuk terus mengembangkan inovasi teknologi dengan tujuan mendukung laju perekonomian nasional. Ke depan MUS akan melayani jasa antar melalui aplikasi digital untuk mempermudah konsumennya berbelanja secara online. Untuk menunjang bisnis ini MUS pun telah memiliki gudang produk halal di kawasan Cakung, Jakarta Timur,” papar Tedy.

Pada kesempatan yang sama, CEO MUS Muhd Imanuddin Nur menjelaskan bahwa MUS Halal Convenience Store dikelola oleh anak usaha MUS yaitu PT Multi Toko Halal Indonesia (MTHI). “Rencana kami, MUS Halal Convenience Store akan dikembangkan dengan tiga tipe, yaitu tipe A dengan investasi sekitar Rp1 miliar (luas lantai di atas 600 m2), tipe B dengan investasi Rp750 juta (luas lantai sekitar 500 m2), dan tipe C dengan investasi Rp350 juta (luas lantai sekitar 160 m2). Semua tipe akan dilengkapi musala dan kafe,” katanya.

Untuk mempercepat pengembangan, MUS Halal Convenience Store tidak akan menggunakan sistem franchise, tetapi lebih mengutamakan pola kemitraan, pola bagi hasil dari profit. “Kalau tidak ada profit, tidak ada bagi hasil. Karena aturan main yang kami terapkan adalah no royalty fee (by omzet). Sedangkan konsep profit sharing yang diberlakukan adalah ‘musyarakah’. Dalam bisnis ini kami selalu mengedepankan ‘Go Halal, No Riba’,” tegas Imanuddin.

Imanuddin menambahkan, MUS hadir dengan tiga bisnis untuk produk, pertama adalah fast through untuk langsung membeli barang UMKM untuk dijual kembali dan ekspor. Kedua, melakukan co-branding dengan membeli produk lalu menjual kembali dengan merek MUS. Ketiga adalah kerja sama operasi (KSO) dengan cara berbagi hasil.

 “Kehadiran toko halal ini tentunya akan menguntungkan para pedagang dan pelaku usaha pasar tradisional di wilayah sekitar. Pasalnya, para pedagang dapat dengan mudah memperoleh produk dengan harga grosir bernama Pahala atau Paket Halal di MUS Halal Convenience Store,” tegas Imanuddin.

Meski menyandang label halal, ragam produk yang tersedia di MUS Halal Convenience Store bukan hanya diperuntukkan bagi umat muslim, melainkan untuk semua kalangan masyarakat. MUS meyakini bahwa masyarakat pada umumnya telah mengetahui bahwa produk halal sangat baik untuk kesehatan dibanding produk-produk yang tidak halal.

“MUS mengajak segenap lapisan masyarakat untuk mengubah gaya hidup. Ayo kita bangun gerakan hidup halal dan seimbang. Semua produk berlabel halal itu sudah pasti sehat,” tutur Imanuddin. Gaya hidup seimbang, kata Imanuddin, didorong MUS dengan menghadirkan fasilitas mushala yang nyaman untuk keluarga, business meeting point atau tempat ngopi kaum milenial di MUS Halal Café, serta sarana olahraga panahan untuk anak-anak dan keluarga.

“MUS memberi ruang untuk memperkuat silaturahmi di antara teman, relasi, dan anggota keluarga. Juga untuk berwisata kuliner atau beraktivitas bisnis tanpa meninggalkan ibadah. Kami juga menyediakan Gerai Infaq  untuk memudahkan pelanggan yang berniat berbagi rezeki dengan menyisihkan uang kembalian untuk bersedekah,” kata Imanuddin.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm

Editor : Bambang Supriyanto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top