Atasi HIV-AIDS, DKI Jakarta Luncurkan 'Jakarta Memanggil'

Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program 'Jakarta Memanggil' yang bekerjasama dengan Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development/USAID) dan FHI 360 sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan HIV-AIDS.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  14:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program 'Jakarta Memanggil' yang bekerjasama dengan Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development/USAID) dan FHI 360 sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan HIV-AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM mengakatakan 'Jakarta Memanggil' pada dasarnya merupakan sebuah program public health yang bertujuan untuk mengajak seluruh petugas kesehatan, terutama di tingkat Puskesmas dan klinik untuk melakukan aksi percepatan penanggulangan HIV-AIDS yang terencana dan terpadu untuk mewujudkan Jakarta Bebas AIDS Pada 2030.

Widyastuti mengungkapkan DKI Jakarta merupakan empat besar provinsi dengan jumlah kasus HIV dan AIDS terbanyak di Indonesia bersama dengan Papua, Bali dan Jawa Timur. Menurut estimasi Kementerian kesehatan, terdapat 109.676 ODHA (Orang dengan HIV AIDS) yang berada di ibukota.

"Namun yang terdeteksi saat ini baru 65.606. Masih ada 40% yang belum bisa kita deteksi." katanya saat meluncurkan program Jakarta Memanggil di Gedung RRI Jakarta pada Selasa (11/2/2020).

Menurut Widyastuti, program 'Jakarta Memanggil' merupakan tindak lanjut dari komitmen yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan HIV-AIDS di Jakarta.

"Untuk mencapainya, 'Jakarta Memanggil' mengajak petugas kesehatan menerapkan inovasi-inovasi program, menggunakan data, memanfaatkan teknologi informasi, mengoptimalkan sumber daya yang ada dan merespon berbagai tantangan secara cepat. Jakarta Memanggil percaya langkah-
langkah kecil yang strategis dan berkelanjutan akan berdampak besar bagi penanggulangan HIV-AIDS di Jakarta," tuturnya.

Sementara itu, Edian Rista Aditya, Associate Director for Technical FHI 360 mengatakan program 'Jakarta Memanggil' adalah sarana penyaluran semangat para petugas kesehatan untuk melakukan perubahan dan mencapai tujuan agar semua orang terdampak HIV-AIDS mendapatkan
perawatan dan pengobatan.

Gamifikasi Jakarta Memanggil akan memotivasi seluruh petugas Puskesmas kecamatan dan klinik mitra di Jakarta terutama kepada unit layanan tes HIV dan
PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan), untuk menanggulangi HIV secara lebih baik.

Oleh karena itu, menurut Erlian, program 'Jakarta Memanggil' akan berkontribusi lebih optimal apabila Suku Dinas Kesehatan Kota meningkatkan koordinasi semua upaya penanggulangan HIV-AIDS di wilayahnya masing-masing melalui penguatan-penguatan kepada petugas kesehatan terdepan yakni Puskesmas
dan klinik mitra.

"Petugas kesehatan dari 42 Puskesmas kecamatan dan 4 klinik mitra di Jakarta akan
berkompetisi mencapai target-target program sesuai dengan inisiatif global bernama Fast-Track: Cities Ending the AIDS Epidemic by 2030," ujar Erlian.

Inisiatif Fast-Track mengajak semua kota-kota besar di dunia untuk mencapai tujuan 90-90-90: 90% ODHA mengetahui status HIV-nya, 90% mereka yang didiagnosis positif HIV mendapatkan dan tetap dalam pengobatan ARV, dan 90% mereka yang berobat mencapai supresi viral load sebagai tanda pengobatannya berhasil.

"Inisiatif Fast-Track ini juga sejalan dengan inisiatif akselerasi nasional pengobatan HIV dari Kementerian Kesehatan RI," tegasnya.

Erlian menjelaskan Puskesmas dan klinik mitra dapat berpartisipasi dalam gamifikasi Jakarta Memanggil dengan cara mendaftar ke website Jakarta Memanggil, membuat akun, memilih aksi-aksi Fast-Track yang akan dimainkan, mengunggah laporan pencapaian aksi-aksi tersebut, mendapatkan
verifikasi hasil pencapaian aksi-aksi yang dipilihnya, dan mengklaim insentif yang telah
disediakan.

"Kemudian, peserta yang berhasil pada level satu akan naik ke permainan pada level dua dan seterusnya," imbuhnya.

Secara intensif, gamifikasi Jakarta Memanggil akan dilakukan pada bulan Februari-April 2020.
Seterusnya sampai dengan September 2020 akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Terkait dengan upaya mengatasi HIV AIDS, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Perda No.5/2008 tentang Penanggulangan AIDS dan pembiayaan program dan menyediakan fasilitas layanan kesehatan berupa tes pengobatan HIV dan pemantauan keberhasilan pengobatan dengan berbagai inovasi program.

Selain itu, sejak Januari 2019 tahun lalu, DKI Jakarta juga telah me-launching Jak Track yang telah digunakan oleh lebih dari 70 Puskesmas (Kecamatan dan Kelurahan), Klinik Swasta dan Rumah Sakit di DKI Jakarta. Selama Januari-September 2019, dengan reservasi daring yang telah diterapkan di 35 Puskesmas dan RSUD di Jakarta, terdapat 2.910 booking test HIV yang dibuat dan lebih dari 500 pasien telah merasakan mudahnya akses ke layanan HIV melalui fasilitas ini.

Selama tahun 2019, 809 mobile VCT telah dilakukan di Puskesmas dengan total
18.866 klien telah melakukan tes HIV dengan angka temuan kasus 10% dari total tes. Mobile VCT atau Dokling pelaporannya dilakukan menggunakan Jak-Track dan bisa dengan mudah langsung diakses oleh LSM penjangkau.

Dengan berbagai kemudahan yang telah Jak-Track hadirkan, semoga ke depan penggunaan Jak-Track bisa lebih optimal dan dapat memudahkan petugas layanan kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di DKI Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hiv/aids

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top