Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Formula E Dalam Dekapan Virus Corona

Perhelatan balap mobil listrik Formula E terancam ditunda akibat potensi infeksi Virus Corona (Covid-19). Pihak Organizing Committee Jakarta E-Prix pun paham akan adanya kemungkinan tersebut.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  17:11 WIB
Laga Formula E di jalanan kota Paris, Prancis pada Sabtu (27/4/2019). - Reuters
Laga Formula E di jalanan kota Paris, Prancis pada Sabtu (27/4/2019). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perhelatan balap mobil listrik Formula E terancam ditunda akibat wabah virus corona (Covid-19).

Kemungkinan pembatalan ini dipahami oleh pihak penyelenggara, yakni Organizing Committee Jakarta E-Prix.

Communication & Sustainibility Director OC Formula E Jakarta Felicia Idama mengakui bahwa pihaknya kini masih wait n see terkait bagaimana perkembangan Covid-19 di Jakarta.

"Sebenarnya ini sudah jadi fokus pembahasan kami sejak lama karena virus corona ini kan isu internasional, ya. Jadi kita sudah siapkan sebenarnya rencana-rencana, plan B dalam keadaan darurat, dan sebagainya," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (3/3/2020).

Namun demikian, Felicia belum bisa mengungkap secara detil mengenai rencana optimalisasi penyelenggaraan E-Prix Jakarta di tengah maraknya wabah penyakit yang awalnya berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China ini.

Terutama terkait hilangnya potensi ekonomi dari wisatawan, perbedaan harga tiket penonton lokal dan internasional hingga upaya memaksimalkan event di luar balapan.

"Mungkin bisa kita ungkap dalam satu-dua minggu mendatang. Tapi yang penting perkembangan sekarang [Jakarta E-Prix] masih terselenggara sesuai jadwal, segala persiapan pun masih on schedule," jelasnya.

"Kami optimistis karena waktu masih panjang, ya. Walaupun ada race yang terpaksa batal seperti di China, kemarin Marrakesh E-Prix [Maroko] di tengah isu Virus Corona tetap bisa digelar. Jadi detailnya nanti pasti kita ungkap, karena kita harus berhati-hati dan tidak gegabah dulu sekarang," tambah Felicia.

Selaku pemboyong Formula E ke Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak ingin berspekulasi terkait batal atau tidaknya penyelenggaraan Jakarta E-Prix.

"Ini dulu, nih [pembentukan Tim Tanggap Covid-19] karena kondisi urgent," ujar Anies Senin (2/3/2020) malam ketika dimintai komentar terkait Jakarta E-Prix.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menekankan bahwa perhelatan Formula E baiknya ditunda demi keamanan warga seperti perhelatan Kelas Premier MotoGP Losail Qatar.

"Karena kita melihat pebalap cuma kurang lebih 60 pebalap, tapi pebalap itu bawa mekanik. Mekanik itu banyak orang, ratusan orang. Kita tidak tahu dia kena atau tidak. Untuk amannya Jakarta, Indonesia, itu harus dihentikan dulu," jelasnya.

Menurutnya, Pemprov dan pihak penyelenggara tidak perlu takut rugi apabila Formula E ditunda. Karena fungsi DPRD selaku pengawas anggaran pun pasti memaklumi keadaan darurat.

"Ya, force majeure kejadiannya seperti ini kok. Qatar apa tidak lebih rugi lagi? Tidak usah jauh-jauh, deh, KTT [Konferensi Tingkat Tinggi Asean-AS 2020] yang ada di Amerika saja dihentikan kok, padahal negara besar, negara superpower," tambahnya.

Dampak Ekonomi Dari Dalam

Namun demikian, di tengah isu merebaknya Covid-19, masih ada harapan Formula E masih bisa memberikan dampak ekonomi yang positif buat Jakarta, yakni memaksimalkan efek ganda dari dalam.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo menjelaskan bahwa E-Prix Jakarta memang tak bisa diharapkan mampu berdampak signifikan seperti Asian Games.

Namun, dengan adanya event dan ada acara pendahuluan yang maksimal seperti seminar nasional atau kegiatan-kegiatan hiburan yang mendukung Formula E, dampak positif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta masih bisa dirasakan.

"Pembuatan jalan itu kan bagian konstruksi juga, mendongkrak dari sisi lapangan pekerjaan. Akomodasi, perdagangan, dan penjualan makanan-minuman pasti akan meningkat di bulan itu. Ini pasti akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi di DKI Jakarta," ujarnya kepada Bisnis.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menjelaskan bahwa di tengah pariwisata yang terdampak wabah Covid-19, Formula E perlu melibatkan sektor swasta demi memaksimalkan dampak ekonomi.

"Misalnya paket wisata. Para pengunjung yang datang ke Jakarta sudah dipaketkan oleh kita, dari sisi akomodasi, hotel, wisata, sehingga bukan cuma nonton Formula E saja. Tapi bisa jadi pengunjung objek wisata di Jakarta," ungkapnya kepada Bisnis.

"Selain itu souvenir. Mulai kaos, jaket, topi, boneka, pernak-pernik, banyak sekali. Kalau bisa logo resmi atau standar yang bisa kami pakai segera terbuka, terutama buat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kita. Dengan itu, pastinya ekonomi dari bawah juga terangkat," tambahnya.

Sarman berharap, dunia usaha secepatnya dilibatkan untuk mendukung Formula E, sebab dalam kondisi seperti ini, kolaborasi menjadi kunci mengoptimalkan dampak ekonomi perhelatan Formula E yang akan berlangsung 6 Juni 2020 nanti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan Formula E Championship
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top