Antre di Luar Stasiun dan Halte, Ini Jumlah Maksimum Penumpang MRT, LRT dan Transjakarta

Polemik mengularnya antrean pelanggan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) dan bus Transjakarta akibat pembatasan transportasi umum, berbuah dicabutnya kebijakan tersebut oleh Pemprov DKI Jakarta dengan catatan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  19:44 WIB
Antre di Luar Stasiun dan Halte, Ini Jumlah Maksimum Penumpang MRT, LRT dan Transjakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan situasi virus corona di DKI Jakarta, Jumat (13/3/2020). JIBI - Bisnis/Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA - Polemik mengularnya antrean pelanggan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) dan bus Transjakarta akibat pembatasan transportasi umum, berbuah dicabutnya kebijakan tersebut oleh Pemprov DKI Jakarta dengan catatan.

"Sesuai arahan bapak Presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat, maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta," ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (16/3/2020).

Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap menekankan social distancing measure atau jarak antarwarga akan tetap terlaksana secara disiplin oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang transportasi milik Pemprov DKI.

Turut hadir para Direktur Utama PT MRT Jakarta, PT LRT Jakarta, dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan tetap membatasi jumlah penumpang dalam bis atau gerbong kereta, serta membatasi jumlah antrean di dalam halte atau stasiun.

"Sekali lagi tujuannya adalah untuk mengurangi risiko penularan. Bahwa nanti antrean akan lebih banyak di luar halte dan di luar stasiun, di ruang terbuka, menurut para ahli mengurangi risiko penularan," tambah Anies.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan pencabutan kebijakan sebelumnya, dengan kembali menerapkan transportasi massal dengan frekuensi tinggi akan mulai berlaku esok hari, Selasa (17/3/2020).

Penyelenggaraan transportasi dengan frekuensi tinggi, artinya membuat jam pelayanan ketiga transportasi massal tersebut kembali seperti semula.

Yakni 05.00-24.00 WIB untuk kereta MRT, 05.00-23.00 untuk kereta LRT, dan 24 jam untuk bus Transjakarta. Namun, khusus untuk Transjakarta, jumlah armada di rute-rute tertentu akan disesuaikan sesuai supply-demand.

Sementara itu, para BUMD pengelola akan membatasi jumlah penumpang dengan perincian maksimum 360 orang dari sebelumnya1.200 orang per rangkaian MRT dan maksimum 80 orang dari sebelumnya 270 orang per rangkaian LRT.

Sementara untuk Transjakarta bus gandeng, dari kapasitas 150 penumpang hanya akan diisi 60 penumpang. Untuk single bus yang bisa mengangkut 80 penumpang pun dikurangi menjadi 30 penumpang.

Untuk TJ juga sama operasionalnya mulai jam 05.00 kemudian malam akan beroperssi AMARI juga untuk pembatasan kapasitasnya sama yaitu untuk articulated bus atau bus gandeng semula kapasitasnya 150 maka pada saat ini ke depan hanya akan menampung 60 penumpang. Sementara untuk single bus hanya 30 penumpang dari yang biasanya 80 penumpang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus menjaga jarak pada saat mengantre angkutan umum. Memang kami berharap bahwa antriannya tidak akan ada di dalam halte atau di dalam stasiun," jelasnya.

"Karena yang akan masuk ke halte atau stasiun itu kita harapkan sesuai dengan jumlah kapasitas kereta atau kapasitas bus. Contohnya di halte, yang akan masuk adalah pada saat bus gandeng yang masuk, maka di dalam bus hanya 60 orang selebihnya kita imbau untuk antri di luar halte," tambah Syafrin dalam kesempatsn yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top