Tips Naik MRT supaya Tak Terpapar Virus Corona Covid-19

Layanan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan mengalami pembatasan sementara demi pencegahan penyebaran infeksi Virus Corona (Covid-19) yang telah menjadi pandemi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  10:36 WIB
Tips Naik MRT supaya Tak Terpapar Virus Corona Covid-19
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Jakarta, Minggu (18/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Layanan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan mengalami pembatasan sementara demi pencegahan penyebaran infeksi virus corona (Covid-19) yang telah menjadi pandemi.

Hal ini sesuai amanat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di mana seluruh transportasi umum kelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta akan membatasi jam dan layanannya per Senin (23/4/2020).

Ini dilakukan demi mendukung pelaksanaan social distancing measure dan implementasi bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk senantiasa mengurangi aktivitas di lusr rumah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Bagi para penumpang setia layanan kereta MRT Jakarta atau akrab disapa MRTJ ini, berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan:

Perhatikan Kereta Awal-Akhir

Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar menjelaskan bahwa per hari ini, Senin, 23 Maret 2020 jam operasional MRT yang semula semula mulai pukul 05.00 sampai 24.00 WIB, akan diperpendek menjadi 06.00 sampai 20.00 WIB.

Namun demikian, headway atau waktu tunggu antarrangkaian kereta tetap akan dipertahankan seperti normal, "Pada jam sibuk dari jam 07.00 sampai jam 09.00 selama 5 menit, dan jam 17.00 sampai 19.00 juga 5 menit. Pada jam di luar itu akan 10 menit sambil melihat perkembangan selanjutnya," jelas William.

Berikut jadwal kereta MRT terkini selama pembatasan jam operasional sebagai upaya pencegahan Covid-19:

Keberangkatan Awal dan Akhir Arah Lebak Bulus Grab: Bundaran HI (05.57 dan 19.53), Dukuh Atas BNI (06.00 dan 19.56), Setiabudi Astra (06.02 dan 19.58), Bendungan Hilir (06.04 dan 20.00), Istora Mandiri (06.06 dan 20.02), Senayan (06.08 dan 20.04), ASEAN (06.10 dan 20.06), Blok M BCA (06.10 dan 20.09), Blok A (06.03 dan 20.11), Haji Nawi (06.06 dan 20.14), Cipete Raya (06.08 dan 20.16), Fatmawati (06.11 dan 20.10).

Keberangkatan Awal dan Akhir Arah Bundaran HI: Lebak Bulus Grab (05.55 dan 19.50), Fatmawati (05.58 dan 19.53), Cipete Raya (06.01 dan 19.56), Haji Nawi (06.30 dan 19.58), Blok A (06.05 dan 20.00), Blok M BCA (05.59 dan 19.53), Asean (06.01 dan 19.55), Senayan (06.03 dan 19.57), Istora Mandiri (06.05 dan 19.59), Bendungan Hilir (06.08 dan 20.02), Setiabudi Astra (06.10 dan 20.04), Dukuh Atas BNI (06.12 dan 20.06).

*keberangkatan terakhir dari Lebak Bulus Grab, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, dan Blok A hanya sampai Blok M BCA.

Bawa Perlengkapan Salat Sendiri

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin dalam keterangannya menjelaskan upaya lain yang akan dilakukan PT MRT Jakarta untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan stasiun kereta MRT, yakni meniadakan seluruh perlengkapan salat, seperti mukena, sajadah, dan karpet musala.

"PT MRT Jakarta menyarankan kepada seluruh penumpang MRT Jakarta untuk dapat membawa perlengkapan salat masing-masing," ungkap Kamal.

Jaga Jarak

Terkini, personel TNI-Polri akan berjaga di depan stasiun-stasiun MRT untuk memastikan antrean penumpang berada di luar stasiun, dan memenuhi standar aman World Health Organization (WHO) yakni 1 meter antarwarga.

Penumpang yang boleh masuk ke stasiun akan berjumlah sesuai dengan kapasitas maksimal kereta selama social distancing measure diberlakukan.

"Jumlah penumpang kereta dengan social distancing itu dibatasi 60 orang per kereta. Atau dengan enam kereta per rangkaian, maka hanya 360 penumpang per rangkaian kereta," jelas William.

MRT Jakarta mengimbau masyarakat yang menggunakan MRT untuk memperhatikan jarak minimum antarpenumpang saat berdiri, minimum adalah satu meter, sementara saat duduk, yakni di tiap ujung deretan tempat duduk.

"MRTJ telah menyiapan berbagai tanda dan mark, baik di kereta maupun pada jalan-jalan masuk untuk memastikan jarak aman antarpenumpang ini dilaksanakan," tambahnya.

Gunakan Fasilitas Kebersihan

Kamal memastikan PT MRT Jakarta akan tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus corona COVID-19, seperti pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang serta mengimbau pemakaian penyanitasi tangan (hand sanitizer) dan kenakan masker jika dalam kondisi kurang sehat atau sakit.

Masyarakat pengguna MRT diimbau untuk selalu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar imunitas kekebalan tubuh dapat meningkat. Selain itu, tingkatkan personal hygiene dengan cuci tangan menggunakan air dan sabun, maupun hand sanitizer lima kali dalam sehari.

Terkini, MRT Jakarta telah mempersiapkan fasilitas tempat cuci tangan portabel di dekat pintu masuk tiga stasiun, yaitu stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Setiabudi Astra, dan Bendungan Hilir, menggandeng PAM Jaya untuk penyediaan air bersih dan PD PAL Jaya untuk pengolahan dan pembuangan air.

"Dengan adanya fasilitas tempat cuci tangan yang telah disediakan, diharapkan para penumpang MRT Jakarta yang masih harus bertugas di luar rumah dapat mencuci tangan sebelum masuk dan setelah menggunakan MRT Jakarta agar personal hygine tetap terjaga," tutup Kamal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, transjakarta, Virus Corona

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top