Darurat Covid-19: Pemprov DKI Serahkan 40.000 Jubah Pelindung ke Tenaga Medis

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendistribusikan bantuan jubah pelindung atau disposable protective coverall kepada seluruh tenaga medis dan kesehatan di wilayah DKI Jakarta.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  13:02 WIB
Darurat Covid-19: Pemprov DKI Serahkan 40.000 Jubah Pelindung ke Tenaga Medis
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta memberikan pernyataan mengenai imbauan ibadah bersama di tengah Virus Corona COVID-19, Balai Kota Jakarta, Kamis (19/3/2020). (Antara - Ricky Prayoga)

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendistribusikan bantuan jubah pelindung atau disposable protective coverall kepada seluruh tenaga medis dan kesehatan di wilayah DKI Jakarta.

Sebanyak 40.000 jubah pelindung yang datang ke Balai Kota DKI Jakarta tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Dengan adanya kelengkapan ini InsyaAllah bisa membantu sekali petugas-petugas kita yang saat ini berada di garda terdepan, karena salah satu tantangan baik dari para petugas kita adalah memastikan mereka tidak terpapar, dan alat-alat ini menjadi sangat penting sekali," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (23/3/2020).

Menurut Anies, pengirimannya telah diatur dan sudah mulai dikirim ke seluruh RS rujukan dan beberapa fasilitas kesehatan yang menangani pasien sejak pagi ini. 

"Jadi tidak terbatas pada rumah sakit rujukan saja tapi juga faskes lain yang saat ini menangani, termasuk ke Puskesmas," tambahnya.

Anies menjelaskan bahwa jubah pelindung ini belum termasuk alat pelindung diri (APD) lengkap yang juga membutuhkan sarung tangan, masker, penutup mata.

Sementara pemakaian APD di Jakarta rata-rata untuk penanganan Covid-19, Anies mengungkap dalam dua minggu terakhir membutuhkan jumlah mencapai 1.000 per hari dan diperkirakan sanggup meningkat.

Secara simbolis, unsur tenaga medis atau kesehatan yang menerima APD ini yakni dari pihak RS rujukan Direktur RSUD Tarakan Dian Ekowati, Bagian Pengadaan Bekal Kesehatan RSPAD Gatot Soebroto Sutarno, pihak faskes Kepala Puskesmas Sawah Besar Lusi Widiastuti, dan pihak penanganan pasien Petugas Ambulan Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan Dewi dan Kepala Labkesda DKI Jakarta Endra Muryanto.

Sebelumnya, BNPB telah memberikan bantuan sebanyak 100.000 APD ke wilayah skala prioritasn termasuk Jakarta mendapat jumlah paling besar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo menjelaskan bahwa distribusi jubah pelindung diri ini langsung didistribusikan TNI selaku anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,

"Sebanyak 40.000 unit APD telah disalurkan menuju Balai Kota DKI Jakarta dengan pengawalan dari Kodam Jaya pada Minggu (22/3/2020) malam," jelas Agus.

Kemudian sebanyak 25.000 unit APD diterbangkan menuju Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, Surabaya dan Bali, pada hari ini Senin (23/3/2020) dari Bandung.

"Selanjutnya sebanyak 25.000 unit APD didistribusikan untuk wilayah Jawa Barat, Bogor dan Banten. Sedangkan 10.000 unit APD akan disimpan sebagai cadangan," tambah Agus.

Daerah penerima distribusi APD di tiap-tiap daerah adalah Komando Daerah Militer sebagai Gugus Tugas Daerah. Setelah diterima oleh Kodam, maka selanjutnya APD tersebut disalurkan menurut wilayah skala prioritas masing-masing.

Peta Kasus COVID-19 di Jakarta

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemprov DKI, Virus Corona

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top