Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Saham Melemah Karena Corona? Tumbuhkan Aset dengan Cara Ini

Di tengah kondisi yang begitu volatile, investor tentu mulai mencari pilihan instrumen lainnya untuk menumbuhkan aset mereka. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko dan menghindari kerugian lebih besar. Salah satu pilihan populer yang mulai dilirik sebagai sarana penumbuh aset yaitu peer-to-peer (P2P) lending.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  11:20 WIB
Ilustrasi: Perlindungan terhadap saham dari ancaman virus corona.
Ilustrasi: Perlindungan terhadap saham dari ancaman virus corona.

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak dari wabah penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona terbaru dapat dirasakan di berbagai sisi kehidupan. Di Indonesia, wabah ini telah menelan sedikitnya  48 korban jiwa, dengan lebih dari 500 orang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.

Imbas corona juga dirasakan di lantai bursa, di mana IHSG terus-menerus dihantam dan turun hingga ke level 3.937,63 pada penutupan perdagangan di Selasa (24/03/2020). Harga saham yang terus turun secara cepat membuat investor melakukan panic selling. Akibatnya, harga pun terus terpuruk.

Di tengah kondisi yang begitu volatile, investor tentu mulai mencari pilihan instrumen lainnya untuk menumbuhkan aset mereka. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko dan menghindari kerugian lebih besar. Salah satu pilihan populer yang mulai dilirik sebagai sarana penumbuh aset yaitu peer-to-peer (P2P) lending.

Pasalnya, P2P lending menawarkan potensi imbal hasil yang cukup menarik, lebih besar dari kebanyakan produk obligasi maupun deposito bank. Yang lebih penting, tingkat imbal hasil yang ditawarkan oleh P2P lending bebas dari spekulasi pasar dan tidak dipengaruhi oleh fluktuasi harga di pasar investasi. Untuk memulai menumbuhkan aset melalui platform P2P lending pun sangat mudah karena semua prosesnya dapat dilakukan secara online.

Mendapatkan keuntungan dengan mendanai pinjaman

Bagi investor yang belum familiar dengan cara kerja P2P lending, pada dasarnya P2P lending adalah kegiatan pinjam-meminjam antar perorangan dengan perantara sebuah platform online. Anda sebagai pemberi pinjaman (lender) dapat memberikan pinjaman pada peminjam dan mendapatkan keuntungan berupa sebagian dari biaya bunga yang dibayarkan oleh peminjam.

Salah satu platform P2P lending yang paling populer di Indonesia yaitu MEKAR (https://mekar.id). Platform yang didirikan oleh pengusaha Putera Sampoerna dengan dukungan penuh dari Putera Sampoerna Foundation ini memberi kesempatan kepada institusi atau individu untuk memberikan pinjaman usaha kepada pelaku UMKM Indonesia secara online dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Lender di MEKAR telah mendanai lebih dari 71,017 pinjaman usaha kecil di 146 kota/kabupaten dan 21 provinsi di Indonesia. Untuk menjangkau peminjam di desa-desa dan pelosok Indonesia, MEKAR menggandeng koperasi-koperasi simpan pinjam di berbagai daerah di tanah air sebagai Mitra Penyalur Pinjaman.

Performa luar biasa dan perlindungan ganda

Tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap MEKAR tidak terlepas dari performa luar biasa yang ditunjukkan oleh platform ini. Sejak awal 2017 saat platform ini pertama kali diluncurkan, MEKAR berhasil menjaga angka kegagalan bayar kepada lender di level 0%, artinya hingga hari ini, seluruh lender yang memberikan pinjaman melalui platform ini selalu mendapatkan pembayaran kembali atas pinjaman yang mereka danai.

CEO MEKAR, Pandu Aditya Kristy, mengatakan keberhasilan tersebut tercapai berkat strategi mitigasi risiko yang solid yang selama ini dijalankan oleh MEKAR. “Langkah mitigasi risiko yang kami lakukan dimulai dari melakukan seleksi yang ketat baik terhadap peminjam maupun terhadap koperasi-koperasi simpan pinjam yang menjadi mitra penyalur pinjaman kami,” ujar Pandu.

MEKAR juga memberikan perlindungan ganda atas dana yang dikucurkan oleh lendernya. Cara MEKAR melakukan hal tersebut yaitu dengan mewajibkan koperasi yang menjadi mitranya untuk memberikan jaminan perlindungan atas dana lender. Sehingga, apabila terdapat peminjam yang mengalami gagal bayar, koperasi yang menyalurkan pinjaman tersebut tetap harus membayarkan kembali pokok pinjaman kepada lender. Inilah lapisan perlindungan pertama terhadap dana lender.

Lapisan perlindungan kedua yang disediakan MEKAR berupa fasilitas asuransi kredit yang melindungi hingga 80% dari dana lender. Fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma tanpa adanya tambahan biaya premi yang dibebankan kepada lender.

“Berkat strategi mitigasi risiko yang sangat mumpuni ini, kami berhasil membangun MEKAR menjadi platform P2P lending yang relatif aman dengan performa yang sangat baik tanpa adanya kegagalan bayar kepada lender kami,” tutup Pandu.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://mekar.id.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Virus Corona P2P lending
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top