Nasib Proyek JIS, MRT dan Rumah DP Nol di Jakarta di Tengah Wabah Covid-19

Proyek-proyek 'jumbo' dengan nilai investasi besar besutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut terdampak pandemi Virus Corona (Covid-19).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  15:49 WIB
Nasib Proyek JIS, MRT dan Rumah DP Nol di Jakarta di Tengah Wabah Covid-19
Refleksi proyek pembangunan 'Jakarta International Stadium' atau Stadion Bersih, Manusiawi dan Wibawa (BMW) di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Saat ini pembangunan proyek Stadion BMW yang akan memiliki kapasitas 80 ribu penonton tersebut telah mencapai tahap pekerjaan struktur bagian bawah dan struktur atas dengan persentase 19,6 persen. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Proyek-proyek 'jumbo' dengan nilai investasi besar besutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut terdampak pandemi Virus Corona (Covid-19).

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menangani beragam proyek penugasan ini pun memiliki cara masing-masing dalam berkompromi, untuk melaksanakan anjuran social distancing measure di samping tetap mampu bekerja mengejar target rampung. Berikut proyek-proyek jumbo tersebut:

JIS

Proyek Jakarta International Stadium (JIS) merupakan salah satunya, di mana akan menjadi stadion seluas 300.000 m3 di atas lahan 22 Ha dengan nilai kontrak Rp4 triliun.

Sekretaris Perusahaan Jakpro Hani Sumarno menjelaskan bahwa pihaknya selaku owner proyek telah mempersiapkan langkah pengendalian penyebaran Covid-19 lewat pembentukan tim satuan tugas internal.

Hani mengungkap bahwa proyek akan terus berjalan di tengah pandemi Covid-19, namun dengan pembatasan agenda tatap muka, serta prosedur promotif, kuratif, dan preventif yang akan dipastikan oleh Tim Satgas.

"JIS menjadi rumah bagi 1.300-an pekerja di sana. Karena tidak boleh pulang kampung juga, khawatir menjadi carrier [untuk keluarga di kampung]. JIS menerapkan stay at home yang ketat. Pekerja semua tetap di dalam kawasan. Tidak interaksi sosial dengan luar proyek," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (26/3/2020).

Tim Satgas terdiri dari internal Jakpro, Manajemen Konstruksi, dan pihak konsorsium (kerja sama operasional/KSO) pemenang tender, yakni PT Wijaya Karya Gedung, PT Jaya Konstruksi, dan PT Pembangunan Perumahan (PT PP).

Hani menjelaskan prosedur promotif merupakan upaya edukasi dan kampanye tentang Covid-19 di lingkungan proyek JIS. Sementara prosedur preventif merupakan upaya yang dipersiapkan untuk mencegah lingkungan JIS menjadi salah satu tempat penularan pandemi.

"Misalnya, kita mempersiapkan prosedur Penyampaian Dokumen Proyek, bagaimana rapat koordinasi proyek secara tatap muka dengan jarak sosial 1 meter, atau rapat Koordinasi Proyek Secara Video Conference bila diperlukan," ungkap Hani.

"Ada pula prosedur Kerja Dari Rumah atau Work From Home, pemeriksaan suhu pekerja konstruksi, karyawan, dan tamu proyek JIS, pembatasan keluar-masuk pada Pintu Masuk Proyek. Serta pembersihan dan disinfektan Ruang Kerja Kantor Proyek, Barak dan Kantin Pekerja Proyek," tambahnya.

Sementara itu, upaya kuratif merupakan prosedur apabila ada karyawan atau pekerja JIS yang tengah sakit atau mengalami gejala Covid-19. Dalam hal ini, Jakpro telah mempersiapkan ruang isolasi dan bekerja sama dengan RS rujukan Covid-19 terdekat, yakni RSPI Sulianti Saroso.

Menurut catatan Bisnis, pendanaan stadion kandang Persija Jakarta masa depan ini bersumber dari penyertaan modal daerah (PMD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta secara bertahap, yakni Rp900 miliar tahun anggaran 2019, Rp2,18 triliun pada 2020, dan Rp1,46 triliun pada 2021.

Rumah DP Nol Rupiah

Setelah berhasil mendirikan 780 unit Rumah DP Nol Rupiah bertajuk Nuansa Klapa Village di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Perumda Pembangunan Sarana Jaya (Sarana Jaya) kini tengah mempersiapkan Rumah DP Nol Jilid II di Cilangkap, Jakarta Timur.

Direktur Administrasi dan Keuangan Sarana Jaya Bima P. Santosa mengakui bahwa memang ada kemungkinan proyek 850 unit rumah susun sederhana milik (Rusunami) DP Nol Rupiah 24 lantai di atas 2,9 hektar ini mundur dari target.

"Tentu ada imbasnya kepada jadwal proyek, kita pekan ini sedang exercise beberapa skenarionya. Jika sudah ada keputusan tentu kami akan sampaikan ke publik, terutama terkait project yang juga jadi kepentingan publik luas. Mohon doa dan dukungan supaya kita bisa melalui situasi ini," ungkap Bima kepada Bisnis.

Proyek bertajuk Nuansa Cilangkap yang rencananya akan memiliki satu tower Rusunami DP Nol Rupiah dan tiga tower komersial ini sebelumnya memiliki target rampung 18 bulan selepas groundbreaking pada Desember 2019.

Menggandeng PT Totalindo Eka Persada Tbk., proyek yang akan dirilis pada kuartal III 2021 ini telah menyedot anggaran PMD APBD-P 2019 sebesar Rp800 miliar dan PMD APBD 2020 mencapai Rp600 miliar.

Bima mengungkap bahwa terkini, Sarana Jaya fokus mengikuti anjuran memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan WFH dan membatasi pelayanan tatap muka, terutama untuk pendaftaran unit Rumah DP Nol Rupiah.

Pendaftaran yang sebelumnya rutin digelar di Nuansa Klapa Village akan ditutup sementara dan dialihkan ke pelayanan dalam jaringan atau online lewat laman samawa.co.id atau aplikasi Samawa DP 0 yang bisa diunduh calon pembeli.

"Masyarakat dapat memonitoring tahapan pendaftaran sendiri, dan memangkas proses pendaftaran menjadi lebih cepat. Adapun proses verifikasi yang dilakukan dimulai dari syarat awal pendaftaran, [seleksi] Dinas Perumahan, Dukcapil, dan BPRD DKI Jakarta," ungkapnya.

"Kemudian Undangan Proses Bank melalui pemberitahuan melalui email, lihat Show Unit, Isi Form KPA, Kelengkapan Dokumen, Pilih Unit, Putusan oleh Bank DKI, Akad kredit, dan terakhir Serah Terima Unit," tambah Bima.

Petugas membersihkan salah satu bagian kereta di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, PT MRT Jakarta melakukan pencucian kereta menggunakan bahan kimia mengandung disinfektan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

MRT Fase II

Covid-19 juga berdampak pada perkembangan konstruksi kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase II, walaupun dampaknya tak terlalu signifikan karena pengerjaan fisik baru dimulai pada Maret 2020.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Silvia Halim mengungkap bahwa pekerjaan utama untuk MRT Jakarta Fase II saat ini adalah aktivitas desain yang dapat tetap dilakukan secara jarak jauh dengan skema Work From Home.

“Untuk pekerjaan fisik masih sangat minim dilakukan, hanya sebatas penyelidikan tanah atau soil investigation saja, yang mana melibatkan jumlah pekerja dan pengawas yang sangat minim,” ujar Silvia ketika dikonfirmasi Bisnis.

“Pekerjaan ini pun dilakukan dengan mitigasi measures untuk memonitor kondisi kesehatan para pekerja atau pengawas dengan mengacu kepada Protokol Pencegahan COVID-19 di Proyek Konstruksi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR,” lanjutnya.

Seperti diketahui, MRT Fase II dengan rute Bundaran HI-Ancol Barat yang akan menelan biaya investasi sekitar Rp30 triliun ini merupakan lanjutan kereta eksisting MRT Fase I rute Lebak Bulus-Bundaran HI.

Terkini, pengerjaan fisik telah sampai pada penandatanganan kontrak CP-201, yakni pengerjaan terowongan dan stasiun sepanjang 2,8 km dari Bundaran HI-Sarinah.

Nantinya, pekerjaan ini diharapkan beriringan dengan pengerjaan konstruksi kontrak CP-202 (Harmoni-Glodok) dan CP-203 (Glodok-Kota) sehingga target pengerjaan fisik rampung keseluruhan mampu tercapai pada akhir 2024 dan MRT Fase II bisa beroperasi secara komersial pada awal 2025.

Pembiayaan utama proyek MRT Fase II ini bersumber dari Foreign Direct Investment (FDI) Jepang melalui JICA sekitar Rp10 triliun dan PMD APBD 2020 sebesar Rp2,6 triliun.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, rumah, Virus Corona

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top