Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perencananaan Keberlangsung Bisnis, PR Pengusaha Jalani PSBB Jakarta

Wabah Corona yang ditanggapi Pemprov DKI Jakarta dengan penerapan Pengaturan Sosial Berskala Besar tentu berdampak pada aktivitas dunia bisnis.
Saeno, Devi Sri Mulyani
Saeno, Devi Sri Mulyani - Bisnis.com 09 April 2020  |  13:33 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Wabah Corona yang ditanggapi Pemprov DKI Jakarta dengan penerapan Pengaturan Sosial Berskala Besar tentu berdampak pada aktivitas dunia bisnis.

Mulai Jumat (10/4/2020) pukul 00.00 WIB Pengaturan Sosial Berskala Besar atau PSBB efektif berlaku di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Wabah Corona sendiri telah berdampak pada aktivtas bisnis para pengusaha di berbagai sektor. Hal itu misalnya diungkapan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda DKI Jakarta (HIPMI Jaya) Affifuddin Suhaeli Kalla kepada Bisnis, Rabu (8/4/2020).

Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi para pengusaha, juga asosiasi pengusaha macam HIPMI Jaya.

Affif mengungkapkan, untuk membantu teman-teman pengusaha yang terkena dampak Covid-19, HIPMI Jaya telah menyiapkan program bernama business continuity plans atau perencanaan keberlangsungan bisnis.

Business Continuity Plans dihadirkan untuk membantu para pengusaha yang terkena dampak langsung dari Covid-19. Wabah ini tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir, maka HIPMI sudah membuat rencana bagi para pengusaha untuk 3 sampai 6 bulan ke depan” jelas Affif

Affif juga mengimbau teman-temannya sesama pengusaha agar benar-benar merencanakan dan tahu secara detail bisnis mereka, apakah bisa bertahan selama 3 sampai 6 bulan ke depan atau sebaliknya.

Selain menghadirkan Business Continuity Plans, HIPMI Jaya akan mengumpulkan orang-orang dari berbagai daerah, yang ingin berbisnis kesehatan namun tidak memiliki izin. “Saat ini tidak sedikit pengusaha di daerah yang beralih profesi menjadi pengusaha dadakan di bidang kesehatan, seperti masker, alat pelindung diri, bahkan hand sanitizer,” ujar Affif

Melihat hal tersebut HIPMI ingin membuat database di seluruh Wilayah Indonesia. Para pengusaha tersebut dikumpulkan, dikonsolidasi dan izin edarnya diurus.

Pra-PSBB Masa Terberat

Menurut Afif masa sebelum ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan masa-masa terberat kalangan pengusaha.

Seperti diungkapkan Afi, sejak 3 minggu lalu sebelum ditetapkannya PSBB, para pengusaha sudah benar-benar terkena dampak virus Corona atau Covid-19.

Menurut Afif, PSBB tidak terlalu berpengaruh dibandingkan sebelumnya bagi pelaku usaha. Perbedaannya, jelas dia, PSBB sudah memiliki landasan hukum.

“Hampir semua sektor pengusaha terkena dampak dari Covid-19 ini. Yang paling parah adalah pengusaha di sektor restoran, hotel, jasa sewa mobil dan properti. Mereka kehilangan market,” ujar Afifuddin.

Aff menambahkan masih ada beberapa pengusaha yang bisnisnya berjalan, tetapi terkendala bahan baku yang mahal dan sulit.

Selain itu, tidak semua pengusaha bisa memanfaatkan media daring. Sejumlah pengusaha yang bisnisnya justru kesulitan bila menggunakan media daring. “Untuk jasa hukum, properti seperti jual rumah, dan manufaktur tentu tidak bisa menggunakan media online. Karena bisnis tersebut sifatnya harus bertatap muka”

Sebelumnya, HIPMI Jaya berharap teknis penerapan status PSBB untuk DKI Jakarta masih bisa mengakomodasi pergerakan orang. Afif menggarisbawahi, hal itu terutama bagi para pekerja berdomisili di daerah penyangga Jakarta atau Bodetabek yang masih butuh mobilitas ke Ibu Kota untuk bekerja.

"Kita masih menunggu, teman-teman pengusaha juga masih menunggu ibaratnya PSBB ini akan seekstrem apa, walaupun tidak seperti lockdown, kan, ya, tapi social distancing yang lebih besar. Jadi pasti akan ada impact buat pengusaha," ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (7/4/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top