Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Jabodetabek Dilarang Mudik, Bisnis UMKM di Daerah Stagnan

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menjelaskan bahwa mudik memang begitu membantu aktivitas perekonomian di daerah.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 April 2020  |  12:44 WIB
Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Larangan mudik di hari Lebaran buat warga Jabodetabek untk memutus penularan Covid-19, membuat perputaran uang di Indonesia tak meluas seperti hari-hari biasa.

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menjelaskan bahwa mudik memang begitu membantu aktivitas perekonomian di daerah.

"Karena setiap tahun itu seluruh Indonesia hampir ada 28 sampai 30 juta orang dari kota ke daerah mudik seluruh Indonesia. Artinya pergerakan masyarakat yang mudik sangat membantu aktivitas perekonomian dan bisnis di daerah tujuan. Terbesar memang berada di wilayah Pulau Jawa," jelas Sarman ketika dikonfirmasi Bisnis, Senin (27/4/2020).

Oleh sebab itu, pemerintah daerah yang memang dominan menjadi sasaran para pelaju, ada baiknya segera bersiap ikut membantu perekonomian beberapa jenis usaha yang akan terdampak saat Lebaran tiba, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Biasanya yang paling merasakan itu adalah UMKM di daerah tujuan mudik, juga yang ada di sepanjang jalan ke tempat mudik itu. Kebanyakan restoran, termasuk makanan khas daerah yang dilewati, atau tempat belanja khas yang bisa jadi oleh-oleh untuk dibawa ketika mudik," tambah Sarman.

Ketika sampai ke kota tujuan mudik pun, transaksi ekonomi akan banyak terjadi di samping kebutuhan kas untuk agenda di kampung halaman. Misalnya membagikan amplop untuk saudara-saudara.

"Tapi yang paling banyak ada di beberapa hari setelah Lebaran, yaitu momen ketika mereka pergi berwisata. Di sana terjadi banyak transaksi. Suvenir, kuliner, oleh-oleh. Tentu dengan larangan mudik itu semua hal ini tidak akan terjadi," ungkap Sarman.

Oleh sebab itu, menurut Sarman, larangan mudik selama pandemi Covid-19 akan memberi efek domino, bukan hanya di Jabodetabek, tapi juga berbuah stagnasi bisnis di wilayah daerah tujuan mudik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top