Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akibat Kasus Nasi Anjing, Polisi Periksa 10 Saksi

Saksi yang diperiksa di antaranya tujuh orang perwakilan Yayasan Qahal yang memberikan nasi bungkus berlabel nasi anjing tersebut. Selain itu, tiga warga di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2020  |  20:46 WIB
Ilustrasi. Seorang perwira menengah polisi memberikan arahan kepada petugas gabungan dari Polri, Satpol PP, dan petugas kelurahan tentang pelaksanaan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta, Jumat (10/4/2020). - Bisnis/Abduracman
Ilustrasi. Seorang perwira menengah polisi memberikan arahan kepada petugas gabungan dari Polri, Satpol PP, dan petugas kelurahan tentang pelaksanaan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta, Jumat (10/4/2020). - Bisnis/Abduracman

Bisnis.com, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Utara menyatakan telah melakukan pemeriksaan kepada 10 saksi terkait kasus makanan nasi anjing, di Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Sekarang pada tahapan penyelidikan terhadap para saksi. Sudah 10 orang yang kami mintai keterangan," ungkap Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Jakarta, Senin (27/4/2020).

Budhi menjelaskan sejumlah saksi diperiksa di antaranya tujuh orang perwakilan Yayasan Qahal yang memberikan nasi bungkus berlabel nasi anjing tersebut.

Selain itu, tiga warga di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebagai penerima nasi. "Kami belum menyimpulkan, tapi kami terus melakukan proses," ujar Budhi.

Sebelumnya, pemilik sekaligus pendiri Yayasan Qahal, Biantoro Setijo telah dipertemukan dengan warga RT 11 RW 12 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, dalam proses mediasi, Minggu (26/4).

Yayasan Qahal merupakan donatur dalam pembagian nasi bungkus dengan cap stempel kepala anjing tersebut. Donasi itu dalam rangka berbagai dalam menghadapi wabah virus Corona.

Biantoro menjelaskan penamaan nasi anjing merujuk pada porsinya yang tidak jauh berbeda dengan "Nasi Kucing" yang berporsi sedikit.

"Kami anggap nasi kucing kan udah terkenal. Nasi kucing kan porsinya sedikit, makanya kami jelaskan untuk nasi anjing karena sedikit lebih banyak dari nasi kucing. Namun, tidak bisa membuat kenyang, hanya membuat bertahan hidup," kata Biantoro.

Dia juga menegaskan bahwa makanan yang dibagikannya dibuat menggunakan bahan-bahan yang halal seperti tempe oreg, cumi, sosis, maupun telur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top