Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penumpang Positif Covid-19, YLKI: KRL Harusnya Setop Beroperasi

YLKI menegaskan bahwa KRL Commuter mestinya setop beroperasi selama PSBB untuk mencegah penularan Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  08:06 WIB
Tulus Abadi - Facebook
Tulus Abadi - Facebook

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Pengurus Harian YLKI menegaskan bahwa pada regulasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penularan Covid-19, angkutan massal seperti kereta rel listrik (KRL) Commuter masih boleh beroperasi.

 “Inilah sebenarnya cacat regulasi dari PSBB, sebab angkutan massal adalah bentuk kerumunan yang paling tinggi, memicu penularannya sangat tinggi, maka seharusnya angkutan massal seperti KRL itu setop operasi dalam masa PSBB, minimal dalam waktu 2 minggu,” tegas Tulus kepada Bisnis, Senin (4/5/2020).

“Tidak ada di dunia manapun dalam masa lockdown angkutan massal seperti KRL boleh beroperasi,” tambahnya.

YLKI mendesak pemerintah segera merevisi Perpres tentang PSBB dengan melarang angkutan massal seperti KRL. Apalagi, kedisiplinan penumpang di Indonesia tergolong rendah, sehingga memicu penularan virus corona lebih besar.

"Jika KRL tak dilarang, maka PSBB menjadi tidak efektif. Bahkan potensi penularannya makin luas,” tukas Tulus.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membenarkan hasil tes yang mengungkap ada tiga penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor-Jakarta positif Covid-19 dan bertatus orang tanpa gejala (OTG).

Seperti diketahui, sebelumnya hal ini pertama kali diungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam akun media sosial resminya, Minggu (3/5/2020) pukul 18.57 WIB.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyoroti masih padatnya pengguna KRL di tengah status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabodetabek.

"Tiga positif Covid-19 dari 325 penumpang KR"L Bogor-Jakarta yang kami sampling dengan test swab PCR. Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi OTG pembawa virus. PSBB bisa gagal. Sudah dilaporkan ke gugus tugas pusat dan Kemenhub. Semoga ada respon terukur dari pihak operator KRL," tulisnya.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba menjelaskan lebih lanjut bahwa hasil tes PCR ini memang merupakan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hasil tes keluar setelah pengetesan terlaksana pada Senin pagi, 27 April 2020 di Stasiun Bogor, dari sampel 325 orang pelanggan PT KCI, tepatnya penumpang KRL rute Bogor-Jakarta.

"Pada Senin pagi tersebut, hasilnya sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, yaitu ditemukan 3 orang atau kurang dari 1 persen dari pengguna yang dites hasilnya positif," ungkap Anne dalam keterangannya ketika dikonfirmasi, Senin (4/5/2020) dini hari.

Anne menjelaskan bahwa ketiga pengguna tersebut merupakan OTG yang sebelumnya tidak pernah mengetahui bahwa mereka positif Covid-19. Penyebaran Virus Corona dapat terjadi di manapun, termasuk di lokasi kerja, di pasar, maupun lokasi lainnya yang didatangi para pengguna.

Anne menjamin bahwa selama ini PT KCI tetap melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memerangi Covid-19 dengan protokol cek suhu tubuh, wastafel di stasiun, mewajibkan penumpang menggunakan masker, dan beberapa aturan lainnya.

"Meski persentasenya sangat rendah, kami tetap berupaya meningkatkan berbagai upaya pencegahan terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan prokotol pencegahan Covid-19 di transportasi publik, physical distancing, dan mengendalikan kepadatan pengguna di KRL," tambahnya.

Terkait PSBB, Anne pun menjamin PT KCI telah mengikuti prokotol Pencegahan Covid-19 di transportasi publik, bahkan menerapkan empat kebijakan sejak sebelum PSBB resmi berlaku di Jabodetabek:

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top