Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mobilitas Warga di Jakarta Tinggi, Penularan Covid-19 Sulit Ditekan

Mobilitas penduduk di DKI Jakarta cukup tinggi, sehingga relatif sulit untuk menekan penularan Covid-19 di Ibu Kota.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  06:32 WIB
Grafik pergerakan warga Jabodetabek 2 Juni 2020. Foto: akun Instagram Pandu Riono
Grafik pergerakan warga Jabodetabek 2 Juni 2020. Foto: akun Instagram Pandu Riono

Bisnis.com, JAKARTA - Mobilitas penduduk di DKI Jakarta cukup tinggi, sehingga relatif sulit untuk menekan penularan Covid-19 di Ibu Kota.

Pakar Pandemi Universitas Indonesia Pandi Riono mengatakan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di DKI Jakarta belum menjadi jaminan untuk menekan drastis penularan Covid-19, karena tingkat kepatuhan warga belum maksimal.

Pandu mencotohkan data pergerakan warga DKI Jakarta pada 2 Juni 2020 atau dua hari sebelum PSBB DKI Jakarta berakhir 4 Juni 2020.

"Ini pola pergerakan penduduk DKI Jakarta, pada periode tertentu. Pola pergerakan ini mengindikasikan betapa sulitnya menekan penularan Covid-19, dan PSBB memang tidak mudah dilaksanakan karena butuh kepatuhan yg tinggi. Hasil analisis pada BIG DATA facebook," tutur Pandu Riono melalui akun Istagramnya @pandu.riono, hari ini Selasa (16/6/2020).

Postingan Instagram Pandu Riono itu menyertakan grafik pergerakan warga dari Bodetabek (Bogor Tangerang Bekasi)  ke Jakarta dan sebaliknya pada 2 Juni 2020 dari Big Data Facebook. Simak selengkapknya berikut ini.

Update Data Covid-19


Data Pemprov DKI Jakarta menunjukkan bahwa kasus harian Covid-19 per Senin (15/6/2020) berada di angka 105 kasus. Jumlah kasus menunggu hasil sedikit berkurang dari 10.732 orang ke angka 10.720 orang.

Hal ini diungkap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan laman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, yakni corona.jakarta.go.id per 15 Juni 2020.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta kini mencapai 8.968 kasus.

Dari jumlah tersebut, jumlah orang yang dinyatakan sembuh naik dari 4.091 orang ke 4.198 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 9 orang dari 571 orang menjadi 580 orang.

Namun demikian, pasien yang dirawat di RS tampak sedikit naik dari 1.368 pasien menjadi 1.390 pasien. Sementara yang menjalani perawatan di rumah atau isolasi mandiri justru turun dari 2.833 pasien ke 2.800 pasien.

Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) kini 425 dari kumulatif 54.178 orang, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.312 dari kumulatif 13.810 orang.

Kelurahan yang terinfeksi Covid-19 masih di angka 262 dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta. Jumlah kasus menunggu hasil berada di angka 10.720 kasus, sementara yang positif tapi belum diketahui lokasinya pun naik dari 979 kasus ke angka 1.058 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabodetabek covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top