Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2.000 ASN Bakal Awasi Protokol PSBBT di Seantero Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa jajaran aparatur sipil negara (ASN) ini merupakan benteng penjaga Jakarta dari ancaman lonjakan kasus Covid-19.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  21:04 WIB
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Jalan Sudirman Jakarta, Minggu (21/6/2020)./Antara - Galih Pradipta
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Jalan Sudirman Jakarta, Minggu (21/6/2020)./Antara - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa jajaran aparatur sipil negara (ASN) merupakan benteng penjaga Jakarta dari ancaman lonjakan kasus Covid-19.

Anies mengemukakan memang ada satu-dua kasus pelanggaran protokol kesehatan seperti keramaian atau kepadatan warga dari foto-foto di lapangan, tetapi secara umum masyarakat Jakarta taat protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar masa Transisi (PSBBT).

"Apakah semua? Tidak. Karena pelanggaran masih ada. Oleh karena itulah, kita siapkan petugas ini, tetapi secara umum menaati. Sebab kalau tidak, pasti terjadi lonjakan yang akan tampak di data epidemiologi. Inilah yang saya sampaikan kita melihatnya secara skala kota, kasus-kasus pasti ada," kata Anies pada Selasa (23/6/2020).

Petugas pengawasan dan penindakan kegiatan masyarakat selama PSBBT ini menjalani upacara seremonial penyematan tanda selempang lengan yang digelar di halaman Balai Kota Jakarta.

Anies menjelaskan jumlah 2.000 petugas yang tersebar di seluruh penjuru Ibu Kota memang belum cukup untuk mengawasi 11 juta lebih penduduk DKI Jakarta. Namun, tugas yang akan diemban para ASN tersebut akan sangat menentukan keselamatan seluruh masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Saya percaya bahwa bapak/ibu sekalian bisa menjadi garda terdepan untuk mengingatkan pada semua bahwa semua protokol kesehatan yang harus ditegakkan bukan semata-mata untuk menegakkan aturan, tapi untuk melindungi keselamatan seluruh masyarakat," ucap Gubernur DKI.

Selain itu, tujuan dari pelepasan ASN untuk menjadi petugas pengawas dan penindakan ini bukan hanya untuk menindak dan mengawasi, tetapi untuk membangun kebiasaan baru mengingat tujuan dari masa transisi ini adalah pembelajaran kebiasaan baru bagi seluruh masyarakat untuk terus disiplin memakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan secara rutin.

"Nampaknya sederhana, tapi kalau kita refleksikan pada kita sendiri belum tentu kita lakukan, ini semua harus dibiasakan. Tugas pemerintah adalah membuat aturannya, menegakkan aturannya sambil mengajak seluruh masyarakat untuk menaati aturan demi keselamatan semua," tambahnya.

Anies mengamanatkan para petugas untuk mendatangi tempat-tempat yang memiliki potensi dengan intensitas kegiatan masyarakat yang tinggi, seperti perkantoran, rumah makan, pertokoan, perhotelan, stasiun, bandara, terminal pelabuhan, tempat hiburan dan wisata, maupun tempat pelayanan kesehatan.

Anies pun berpesan agar para petugas yang berada di lapangan dapat sabar dalam mengingatkan dan menegakkan peraturan. Dengan demikian, yang diingatkan akan memahami konsekuensi dari pelanggaran yang dilakukan.

"Jadi, saya minta kepada bapak/ibu, datangi tempat-tempat di mana efek kedatangan bapak/ibu akan berdampak besar. Di mana? Di tempat-tempat terjadi kegiatan masyarakat dengan intensitas tinggi. Datangi, tertibkan, rapikan, sehingga yang nanti belajar bukan hanya yang ditegur, tapi semua yang menyaksikan ikut belajar dan tersadarkan," tutup Anies.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top