Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies: TNI-Polri Bakal Awasi Ketat Pasar Tradisional di DKI Jakarta

Aparat TNI, Polri, dan Satpol PP akan berjaga di pintu masuk pasar untuk mengendalikan jumlah pengunjung.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  16:18 WIB
Sejumlah mobil terparkir didepan Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Sejumlah mobil terparkir didepan Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA--Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menggandeng TNI, Polri, dan Satpol PP untuk mengawasi ketat situasi pasar tradisional di DKI Jakarta.

Menurutnya, pasar tradisional merupakan salah satu dari dua area yang menjadi tempat penularan.

"Ke depan, unsur TNI, Polisi, dan ASN [Satpol-PP] akan diterjunkan untuk mengawasi secara ketat pasar-pasar di Jakarta," katanya dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2020).

Dia menuturkan saat ini ada 153 pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya dan 150 pasar yang sifatnya berbasis komunitas.

Pengetatan tersebut, lanjutnya, dilakukan karena kondisi di pasar-pasar belum menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Apalagi, sebelumnya ada 19 pasar yang sempat ditutup oleh pemerintah.

"Jam operasi dikembalikan normal, ganjil-genap di dalam pasar ditiadakan. Namun, jumlah orang yang masuk ke pasar akan dikendalikan tidak boleh melebihi 50 persen. Petugas ditempatkan di pintu-pintu masuk," jelasnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan menetapkan untuk memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta hingga 14 hari ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar anies baswedan covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top