Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hari Ini, DKI Jakarta Catat Penambahan 293 Kasus Covid-19

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menuturkan secara akumulatif kasus Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta menyentuh angka 13.362 sejak awal Maret lalu.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  18:10 WIB
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO - Umarul Faruq
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO - Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 293 kasus pada hari ini, Kamis (9/7/2020).

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menuturkan secara akumulatif kasus Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta menyentuh angka 13.362 sejak awal Maret lalu. Dari jumlah itu, Ani menerangkan, 8645 orang telah dinyatakan sembuh dan 676 orang lainnya meninggal dunia.

“Sampai hari ini kami melaporkan terdapat 452 pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara yang isolasi mandiri di rumah sebanyak 3.588 orang,” kata Ani melalui keterangan pers virtual, Jakarta, pada Kamis (9/7/2020).

Sementara itu, dia menerangkan angka orang dalam pemantauan atau ODP di DKI Jakarta sebanyak 366 orang dan data pasien dalam pengawasan atau PDP berjumlah 756 orang.

Melalui laman rersminya, Gugus Tugas mencatat penambahan Penambahan kasus itu terjadi di 55 titik keluruhan yang ada di wiayah DKI jakarta dan 27 titik lainnya berada di luar wilayah DKI Jakarta. Namun, Gugus Tugas melaporkan, terdapat 178 lokasi kasus aktif yang belum berhasil diidentifikasi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan tingkat hunian rumah sakit terkait perawatan pasien positif Covid-19 masih terbilang terkendali di tengah tren kenaikan kasus Covid-19 secara nasional.

“Tingkat hunian rumah sakit tidak secara signifikan bertambah drastis bahkan dalam tiga hari terakhir tingkat hunian tempat tidur yang disiapkan untuk penderita Covid-19 baru terisi sekitar 53 persen, artinya masih ada kurang lebih separuh tempat tidur yang belum terpakai,” kata Yuri saat memberi ketarangan pers di BNPB, Jakarta, pada Senin (6/7/2020).

Tingkat okupansi yang terbilang rendah itu, menurut Yuri, karena kasus positif yang ditemukan berasal dari hasil pelaksanaan penelusuran kontak dan pemeriksaan laboratorium yang agresif. Adapun kasus positif baru belakangan ini, dia menerangkan, ditemukan dominan dengan gejala minimal bahkan tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit.

“Sehingga kita sarankan untuk melakukan isolasi secara mandiri dengan tepat. Ini kemudian menjadi kunci keberhasilan kita untuk menghentikan penelusuran,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki Virus Corona
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top