Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebaran Klaster Covid-19 di Jakarta dan Risau Gubernur Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan masyarakat jangan menganggap keadaan saat ini sudah normal.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 12 Juli 2020  |  21:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta memastikan pasar tradisiona di Jakarta menerapkan protokol kesehatan. - Instagram @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta memastikan pasar tradisiona di Jakarta menerapkan protokol kesehatan. - Instagram @aniesbaswedan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak 66 persen kasus positif virus corona atau Covid-19 di DKI Jakarta adalah orang tanpa gejala (OTG).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan terhitung 4 Juni hingga 12 Juli 2020, kluster terbesar Covid-19 di Jakarta terdiri dari pasien rumah sakit sebanyak 45,26 persen.

Selanjut terdapat di dalam komunitas (38 persen), pasar (6,8 persen), pekerja migran Indonesia atau PMI (5,8 persen). Sedangkan selebihnya dari perkantoran atau sekitar 4,14 persen.

"Di situ ada situasi dimana menjaga jarak itu seringkali sulit," kata Anies dalam video conference, Minggu (12/7/2020).

Berkaca dari data tersebut, Gubernur Anies pun mengimbau agar warga Jakarta mewaspadai beberapa tempat yang berpotensi membuat masyarakat kesulitan menerapkan protokol kesehatan. Termasuk di transportasi umum dan pasar.

Mantan Menteri Pendidikan ini juga mengimbau agar penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan.

Selain itu, dia juga meminta masyarakat proaktif dalam mencegah penularan Covid-19 seperti saling mengingatkan jika melihat orang lain tidak menerapkan protokol kesehatan, termasuk menjaga kapasitas ruangan kurang dari separuh dalam berkegiatan.

Berdasarkan data hingga Minggu pukul 10.00 WIB, DKI Jakarta mencatat rekor tertinggi penambahan kasus positif Covid-19. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan, walaupun peningkatan itu terjadi karena tracing yang dilakukan secara aktif, angkanya masih terlalu tinggi.

Dia menyebutkan bahwa standar WHO untuk 1.000 tes PCR per sejuta penduduk positive rate-nya  pcr berkisar di angka 5 persen. Sebelum data terbaru hari ini, Pada hari-hari sebelumnya positive rate di DKI berada di bawah 5,5 persen.

Pada tes PCR tanggal 4 hingga 10 Juni terhdap 21.197 orang, positive rate berada di angka 4,4 persen,

Pada tes tanggal 11 hingga 17 Juni terhadap  27.091 orang positive rate mengecil menjadi3,1 persen.

Selanjutnya pada pemeriksaan tanggal 18 hingga 24 Juni terhadap 29.873 positive rate sedikit naik ke angka 3,7 persen.

Kemudian pada pemeriksaan 25 Juni hingga 1 Juli positive rate atas tes terhaddap 31.085 orang mencapai 3,9 persen.

Pada pemeriksaan 2 hingga 8 Juli terhadap 34.007 orang, positive rate berada di angka 4,8 persen.

"Tapi hari ini, menjadi 10,5 persen, melonjak dua kali lipat," tegas Anies.

Hal itu, lanjut Anies, menjadi peringatan bagi semua warga DKI Jakarta untuk lebih waspada, lebih displin.

"Jangan anggap enteng, jangan anggap ringan, jangan merasa kita sudah bebas dari wabah Covid. Lonjakan ini menjadi peringatan bagi kita semua," ujar Anies.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 404 pada Minggu (12/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) covid-19
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top