Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakar Epidemiologi: SIKM Jakarta dan CLM Tak Efektif Bendung Penyebaran Virus Corona

Pakar epidemiologi dari UI menyebut SKIM dan CLM sama-sama tidak efektif membendung penyebaran Virus Corona di Jakarta.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  18:27 WIB
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk melakukan tes mandiri Virus Corona penyebab Covid-19 melalui fitur JakCLM yang tersedia di aplikasi JAKI (Jakarta Kini) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. - Instagram @aniesbaswedan
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk melakukan tes mandiri Virus Corona penyebab Covid-19 melalui fitur JakCLM yang tersedia di aplikasi JAKI (Jakarta Kini) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. - Instagram @aniesbaswedan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah ketentuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) menjadi Corona Likelihood Metric (CLM) untuk keluar masuk Jakarta.

Kepada Bisnis, Kamis (16/7/2020), epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan perubahan SIKM menjadi CLM tak efektif membendung penyebaran Virus Corona di Jakarta.

Tri Yunis yang menjabat sebagai Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, ini mengatakan saat SIKM diberlakukan tidak ada pengaruhnya bagi penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta.

Tak akan ada bedanya ketika diganti dengan CLM.

“Sekarang DKI Jakarta mengambil kebijakan PSBB transisi, ini rancu, jadi mau diberikan izin keluar masuk kayak apa ya nggak akan efektif,” ujarnya, Kamis (16/7/2020).

Menurutnya, PSBB di Jakarta lebih seperti pelonggaran sosial berskala besar.

 “Kalau lebih longgar ya malah bisa nambah kasus terus, tidak akan berhenti. Akhir bulan ini bioskop mau dibuka. Makin-makin deh nanti, dihitung lah 1.000-an kasus se-Indonesia per hari, buat setahun 3,6 juta kasus total, ya nggak apa-apa, lah,” sindirnya.

Pada Senin (13/7/2020) kasus Covid-19 di DKI bertambah 281 kasus, Selasa (14/7/2020) 268 kasus, Rabu (15/7/2020) 260 kasus, dan Kamis (16/7/2020) menembus 312 kasus.

Melihat tambahan jumlah kasus tersebut, ia merekomendasikan agar Indonesia ditutup. Pasalnya, saat ini makin banyak kasus Covid-19, namun PSBB malah dilonggarkan, semua industri kembali berjalan.

Aplikasi CLM

Pada aplikasi CLM, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh masyarat untuk mendapat penilaian otomatis terkait indikasi kesehatan masyarakat dalam melakukan perjalanan di dalam atau keluar DKI Jakarta.

Melalui penilaian pribadi itu, jika dinyatakan aman akan langsung mendapat rekomendasi aman untuk melakukan perjalanan. Tetapi, jika tidak, sistem akan merekomendasikan yang bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan.

Dengan demikian, masyarakat tidak diwajibkan untuk menyertakan dokumen hasil rapid test dan swab Virus Corona sebelum melakukan perjalanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top