Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jakarta PSBB Total, Begini Proses Pencatatan Listrik Konsumen

PLN merespons kekhawatiran konsumen dengan memastikan petugas pencatatan meter akan tetap melakukan kunjungan ke rumah-rumah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2020  |  14:05 WIB
Ilustrasi-Petugas memeriksa meteran listrik - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi-Petugas memeriksa meteran listrik - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kekhawatiran tagihan listrik akan melonjak lagi direspons PLN dengan memberikan kepastian layanan.

PT PLN memastikan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, petugas pencatat meter listrik tetap akan mendata tiap rumah pendatang.

"Pencatatan dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening dengan penggunaan listrik oleh pelanggan," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN Agung Murdifi dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Pembacaan meter dilakukan dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI untuk antisipasi penyebaran dengan menggunakan standar APD (Alat Pelindung Diri).

Demi kenyamanan pelanggan, PLN juga menyiapkan layanan Lapor stand meter mandiri (baca meter mandiri) melalui aplikasi WhatsApp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123. Pelaporan mandiri pelanggan bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menjamin pasokan listrik di ibu kota dalam kondisi aman dan tercukupi.

Untuk menjaga pasokan listrik tetap andal selama PSBB diberlakukan, sebanyak 2.371 personel PLN yang bertugas di unit-unit kritikal seperti pembangkit, transmisi, pengatur beban, transmisi, distribusi, pembangkit, Call Center 123, Command Center, dan Posko Pelayanan Teknik tetap akan bekerja di unit kerjanya masing-masing.

“Dalam kondisi PSBB di mana masyarakat dituntut untuk tetap berada di rumah, tentu kehadiran listrik sangat penting agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman di rumah,” kata Agung Murdifi.

PLN telah melakukan pemantauan secara khusus untuk rumah sakit rujukan di DKI Jakarta di mana terdapat pasien yang diisolasi karena masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun yang sudah positif terjangkit Corona.

Standard Operational Procedure (SOP) yang diterapkan terhadap rumah sakit besar tersebut antara lain, memastikan pasokan listrik berasal dari dua sumber, sehingga apabila sumber listrik utama mengalami gangguan maka langsung dipindahkan ke sumber listrik cadangan.

“Jaringan pemasok rumah sakit, kantor pemerintah fasilitas lain yang menjadi bagian vital untuk siaga penanganan Covid-19. Ini kita buat siaga dengan dua sumber dari gardu yang berbeda, sumber utama dan sumber cadangan, bebannya pun dimonitor berkala setiap 3 jam,” kata Agung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top