Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jilid II, Epidemiolog Minta Pedagang Kaki Lima Tetap Buka

Pemulihan ekonomi bagi masyarakat kelas bawah perlu dipertimbangkan karena banyak dari mereka yang tidak mendapat bantuan pemerintah.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 12 September 2020  |  09:02 WIB
Warga memadati kawasan pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Minggu (17/5/2020). Meski pertokoan di Pasar Tanah Abang tutup karena PSBB, menjelang hari lebaran kawasan tersebut dipadati pedagang kaki lima yang berada di gang-gang dekat pasar. Bisnis - Himawan L Nugraha
Warga memadati kawasan pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Minggu (17/5/2020). Meski pertokoan di Pasar Tanah Abang tutup karena PSBB, menjelang hari lebaran kawasan tersebut dipadati pedagang kaki lima yang berada di gang-gang dekat pasar. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta dianggap perlu mempertimbangkan agar pedagang kaki lima tetap diperbolehkan berjualan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif mengatakan pemulihan ekonomi bagi masyarakat kelas bawah perlu dipertimbangkan. Pasalnya, mereka banyak yang tidak mendapat bantuan pemerintah.

"Harus ada evaluasi. Pedagang kaki lima yang hidup cari makan hari itu, sepanjang kita nggak bantu harus dipertimbangkan untuk dibuka," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (11/9/2020).

Kendati demikian, dia menyatakan tetap harus ada catatan. Para pedagang kaki lima, imbuhnya, wajib mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Syarif menyebut pemberlakuan PSBB yang lalu dampaknya terhadap penurunan kasus tidak begitu signifikan karena hanya membatasi pergerakan di jalan.

Untuk mengurangi penularan virus Corona, dia mengatakan yang terpenting adalah mengubah perilaku masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Melaksanakan PSBB ketat, harus ada suasana yang berbeda. Walaupun saat ini kenyataannya situasinya sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta pedagang kaki lima Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top