Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Targetkan 200 Sumur Resapan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mengadakan kegiatan Gerebek Lumpur di tengah pandemi Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 21 September 2020  |  15:34 WIB
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tengah melakukan pengerukan lumpur di Waduk Ria Rio, Jakarta Timur pada Senin (21/9/2020). - Istimewa
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tengah melakukan pengerukan lumpur di Waduk Ria Rio, Jakarta Timur pada Senin (21/9/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan membuat 200 sumur resapan atau drainase vertikal untuk mengantisipasi potensi banjir di penghujung tahun 2020.

Target itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf saat meninjau kegiatan Gerebek Lumpur di waduk Ria Rio, Jakarta Timur pada Senin (21/9/2020).

“Tahun ini kita upayakan maksimal sebanyak banyaknya mungkin dari rencana tahun ini sekitar ada 150 sampai 200 lokasi titik yang akan kita buat sumur resapan,” kata Juaini kepada awak media.

Kendati demikian, pihaknya sudah membuat sekitar 2.500 titik sumur resapan pada tahun 2019.

“Tahun kemarin untuk SDA yang sudah dibuat itu ada sekitar 2.500 titik dan juga mungkin dinas-dinas lain, Dinas Bina Marga, Lingkungan Hidup kan semua dinas bikin juga sumur resapan, lalu SDA sendiri tahun kemarin sekitar 2.500,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mengadakan kegiatan Gerebek Lumpur di tengah pandemi Covid-19.

Kegiatan Gerebek Lumpur itu berkaitan dengan upaya pengerukan lumpur yang dilakukan secara masif di danau, sungai, waduk yang ada di wilayah DKI Jakarta.

Dia mengatakan langkah itu diambil untuk membantu mengurangi proses pendangkalan dengan mengerahkan alat berat berskala hingga tiga kali lipat dari kapasitas biasanya. Apalagi, pada bulan September DKI Jakarta mulai memasuki musim penghujan.

“Kegiatan ini kita lakukan secara massif. Mulai dari saluran mikro, saluran makro, kali-kali PHB, kali-kali besar maupun waduk. Ini kita lakukan untuk mencegah atau pun mengurangi adanya genangan nanti di musim hujan,” tuturnya.

Dia membeberkan kegiatan Gerebek Lumpur telah dilakukan sejak Maret 2020 lalu. Sebanyak 15 alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk melakukan pengerukan lumpur di Waduk Ria Rio tersebut.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan Gerebek Lumpur, diharapkan pencegahan banjir dapat dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

Pada fase selanjutnya, Grebek Lumpur akan dilakukan di sungai, waduk, dan danau di DKI Jakarta.

Selain itu, dalam upaya pencegahan banjir, Dinas SDA juga telah melakukan pembangunan sumur resapan, optimalisasi alat berat, serta penyiagaan sekitar 8.000 personel Pasukan Biru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Pemprov DKI
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top