Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies Klaim Kasus Corona DKI Melandai, Politisi PDIP: Tak Masuk Akal

Klaim pelandaian kasus aktif itu terlalu cepat, sementara penambahan kasus harian konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta di atas seribu orang sejak akhir Agustus.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 25 September 2020  |  13:09 WIB
Puluhan warga 02 Pinangsia dan pekerja hiburan malam Kompleks Kota Indah menjalani tes usap untuk mendeteksi Virus Corona di lokasi tempat hiburan di Jakarta, Kamis (23/7/2020). - Antara
Puluhan warga 02 Pinangsia dan pekerja hiburan malam Kompleks Kota Indah menjalani tes usap untuk mendeteksi Virus Corona di lokasi tempat hiburan di Jakarta, Kamis (23/7/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak berpendapat klaim pelandaian kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta tidak masuk akal berdasarkan rasio pelacakan kontak erat yang mesti dirampungkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Gilbert, klaim pelandaian kasus aktif itu terlalu cepat, sementara penambahan kasus harian konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta di atas  seribu orang sejak akhir Agustus.

“Secara ilmiah kurang masuk akal secepat itu penurunannya. Butuh waktu lebih dari situ, karena hasil PCR baru keluar analisisnya 4,5 hari, dan inkubasi kasus 14 hari,” kata Gilbert melalui pesan tertulis pada Jumat (25/9/2020).

Dia mengingatkan, dari klaim pelambatan kasus aktif Covid-19 menjadi 1.453 orang, masih perlu ditelusuri kontak erat sebanyak 14.530.

Angka itu, merupakan perbandingan satu orang yang terinfeksi setidaknya 10 kontak erat mesti berhasil diidentifikasi.

“Saya sangat meragukan hal tersebut, dan jangan lupa dengan hal yang sangat penting juga. Dari 1.453 kasus baru, berapa contact tracing yang dilakukan? Minimal harus 1 banding 10, jadi harus dikejar keluarga, teman, teman sekantor, tetangga dan lain-lain hingga dilaporkan sedikitnya 14.530 orang yang dites atau contact tracing,” ujarnya.

Malahan, dia mengatakan tren pelandaian kasus aktif Covid-19 seharusnya baru dapat diidentifikasi pada pertengahan Oktober 2020.

“Kalau secara akal sehat, kita butuh 2 minggu menekan, dan dampaknya 2 minggu kemudian mulai ada, ingat inkubasi 14 hari. Itu baru akurat, kalau sekarang terlalu gegabah,” tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim telah terjadi pelandaian kurva penambahan kasus harian Covid-19 di Jakarta.

Pelandaian, ujar Anies, terjadi setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 12 hari.

Pada 12 hari pertama bulan September atau semasa PSBB transisi, ujar Anies, pertambahan kasus aktif Covid-19 sebesar 3.864 atau sekitar 49 persen.

Setelah itu, ketika periode PSBB jilid kedua. Penambahan jumlah kasus aktif berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

“Kini, 12 hari keputusan menarik rem darurat, peningkatan kasus positif dan kasus aktif memang masih terjadi, namun tampak jelas telah melambat atau mendatar," ujar Anies.

Dia menyebut kasus positif Covid-19 masih bertambah lebih banyak seiring peningkatan tes, namun proporsi penambahannya turun.

"Kasus aktif yang juga masih meningkat tampak melambat secara signifikan, yaitu 1,453 kasus aktif atau 12 persen tambahan dari 12 hari sebelumnya,” kata Anies, dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip anies baswedan covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top