Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4.487 Wisman Berkunjung ke DKI Selama Agustus, Mayoritas dari China

Terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman ke DKI sebesar minus 98,22 persen dari 251.808 wisma pada Agustus 2019 menjadi 4.487 wisman pada Agustus 2020.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  14:00 WIB
Pengunjung beraktivitas di taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (13/12/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Pengunjung beraktivitas di taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (13/12/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke DKI Jakarta selama Agustus 2020 tercatat sebanyak 4.487 orang. Dari jumlah itu, 36 persen di antaranya berasal dari China.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan 18 wisman datang melalui Bandara Halim Perdanakusuma dan sisanya, 4.469 orang, datang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Dari 4.487 orang wisman ini, kalau kita bandingkan pada posisi bulan Juli 2020 sesungguhnya terjadi kenaikan yang cukup besar sebesar 42,63 persen dari 3.146 menjadi 4.487 wisman,” kata Buyung saat memaparkan rilis Data Inflasi DKI Jakarta melalui keterangan resmi virtual pada Kamis (1/10/2020).

Secara tahunan (yoy), menurut dia, terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman sebesar minus 98,22 persen dari 251.808 wisma pada Agustus 2019 menjadi 4.487 wisman pada tahun ini di tengah pandemi Covid-19.

“Dari wisman yang berkunjung ke DKI Jakarta selama Agustus mayoritas berasal dari Tiongkok sebesar 36 persen, Korea Selatan 11 persen, Jepang 6 persen, Amerika Serikat 5,2 persen dan Perancis 2,3 persen,” ujarnya.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta memproyeksikan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada 2020 bakal minus 0,5 persen sebagai buntut dari pandemi Covid-19.

“Proyeksi kami secara konservatif kemarin pada 2020 masih positif, ini kami baru dapat informasi dari BPS pertumbuhannya minus 8,2 persen di mana di kuartal I dan kuartal II masih positif lima persen tetapi secara keseluruhan pada 2020 dengan tim Indef melakukan proyeksi pertumbuhan ekonomi ini menjadi minus 0,5 persen,” kata kepala Bappeda DKI Nasruddin Djoko Surjono dalam unggahan video Youtube Pemprov DKI Jakarta.

Keterangan itu disampaikan dalam rapat pimpinan gubernur ihwal perkembangan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD DKI 2017-2022 pada 7 Agustus 2020 lalu. Video baru diunggah pada Jumat (14/8/2020).

Ihwal proyeksi itu, Djoko beralasan, angka konservatif tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga diperkirakan berada pada kisaran itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta wisman covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top