Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Stasiun MRT Fase 2 Dinilai Berisiko Tinggi

Sebelumnya, proyek kereta MRT Fase 2A untuk paket CP-201, rute Thamrin-Monas, sudah berjalan sebesar 8,157 persen dari target awal di tengah pandemi Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  14:43 WIB
Dokumentasi-Seorang pekerja berdiri di dekat mesin bor bawah tanah, Antareja, di titik proyek MRT Patung Pemuda Senayan, Jakarta - Antara
Dokumentasi-Seorang pekerja berdiri di dekat mesin bor bawah tanah, Antareja, di titik proyek MRT Patung Pemuda Senayan, Jakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Konstruksi Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta Silvia Halim menerangkan pengerjaan paket kontrak CP 202 yang meliputi infrastruktur dari Harmoni sampai Mangga Besar berisiko tinggi.

Hal itu diungkapkan Silvia berkaitan dengan minusnya minat kontraktor Jepang untuk mengambil pengerjaan kontruksi di lapangan terkait pengerjaan infrastruktur MRT tersebut.

“CP 202 itu adalah stressed dari Harmoni sampai Mangga besar itu adalah Jalan Gajah Mada, Jalam Hayam Wuruk, yang dipisah oleh Kali Ciliwung jadi kompleksitas itu ada macam-macam,” tuturnya dalam diskusi virtual, Senin (19/10/2020).

Dia mengatakan stasiun itu bakal ditempatkan di koridor sisi Jalan Gajah Mada. Hanya saja, dia mengatakan, koridor itu sudah sempit. Dengan demikian, pembangunan stasiun itu nantinya bakal dilakukan sedalam 30 meter.

“Pada saat kita ngomong pembangunan yang dalam itu, kondisi sekitarnya itu adalah bangunan-bangunan yang sudah tua, banyak cagar budayanya dan Kali Ciliwung juga harus dipertahankan operasionalnya untuk mencegah banjir dan kondisi tananhnya setiap tahun juga terus menurun,” ujarnya.

Paket kontrak MRT Jakarta Fase 2 A itu berkaitan dengan pengadaan paket kontrak CP 202 untuk pengerjaan stasiun mulai dari Harmoni sampai Mangga Besar, CP 205 pembuatan sistem perkeretaapian dan rel, serta CP 206 untuk pengadaan kereta alias rolling stock.

Di sisi lain, PT MRT Jakarta wajib menggandeng kontraktor Jepang imbas dari skema perjanjian pembiayaan Special Terms for Economic Partnership (Tied Loan) yang diberikan oleh Japan International Cooperation Agency Official Development Assistance (JICA ODA) Loan.

Sebelumnya, proyek kereta MRT Fase 2A untuk paket CP-201, rute Thamrin-Monas, sudah berjalan sebesar 8,157 persen dari target awal di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta William Sabandar terkait progres fisik pengerjaan konstruksi.

“Sampai saat ini kita masih on schedule, tidak ada delayed sesuai target progres fisik sampai saat ini 8,157 persen dari hasil opname yang kita lakukan akhir bulan ini,” kata William dalam sebuah Webinar, Rabu (30/9/2020).

Kegiatan yang sudah rampung itu, tutur William, ada relokasi pohon, pengerjaan traffic diversion di Jl Thamrin dan Pembongkaran JPO di Bank Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang proyek mrt
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top