Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jaga Fasilitas Umum saat Demo UU Cipta Kerja, Ini Langkah Pemprov DKI

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan langkah itu diambil untuk mengantisipasi adanya potensi perusakan fasilitas publik.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  16:07 WIB
Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020) dalam rangka unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja. - Bisnis/Aprianus Doni
Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020) dalam rangka unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja. - Bisnis/Aprianus Doni

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk berjaga di sejumlah obyek vital menyusul aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja pada Selasa (20/10/2020) siang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan langkah itu diambil untuk mengantisipasi adanya potensi perusakan fasilitas publik seperti pada aksi demonstrasi pekan lalu yang berakhir ricuh.

Ya kami sudah koordinasi dengan pihak keamanan, aparat keamanan untuk membantu menjaga tempat-tempat agar tidak dirusak oleh pihak-pihak tertentu,” kata Ariza kepada awak media pada Selasa (20/10/2020).

Misalnya, dia mencontohkan, pihaknya telah menempatkan sejumlah aparat kemanan di Halte Bus TransJakarta.

“Harapan kita semua agar dilakukan secara tertib damai teratur ya yang perlu juga dijaga jangan sampai aksi-aksi demo yang punya niat maksud baik disusupi atau ditunggangi pihak pihak lain yang dapat menimbulkan anarkisme pengerusakan dan sebagainya,” ujarnya.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, BEM SI, mulai berorasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020) siang.

Selain berunjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja, mereka juga menilai gagal satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Sudah tujuh kali kita ganti nahkoda [presiden] tapi kemiskinan di mana-mana, pendidikan mahal, dan korupsi merajalela,” ujar orator dari BEM SI.

Lebih lanjut, para mahasiswa juga menyampaikan kekecewaan terhadap perilaku aparat kepolisian yang dinilai terlampau represif terhadap mahasiswa.

BEM SI pun memastikan bahwa aksi unjuk rasa menolak UU Ciptaker tidak ditunggangi kelompok apa pun dengan kepentingan tertentu.
Dalam pantauan Bisnis, aksi unjuk rasa BEM SI masih berlangsung damai dengan pengawalan ratusan aparat gabungan TNI-Polri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo Pemprov DKI Omnibus Law cipta kerja
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top