Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Target PAD DKI Jakarta Naik, Pemprov Didesak Kejar Piutang Pajak

peningkatan raihan target pajak itu terbilang realistis. Lantaran, dia beralasan, piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 hampir mencapai Rp5 triliun.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  18:39 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta S Andyka membeberkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020 DKI Jakarta sebesar Rp32,5 triliun.

Target itu meningkat sebesar Rp1,75 triliun dari angka awal pembahasan APBD-P 2020 tingkat pertama yang sebesar Rp30,8 triliun.

“Pada mulanya penerimaan pajak itu ditargetkan Rp29 triliun, berubah menjadi Rp30,8 triliun pada pembahasan tingkat satu. Pada pembahasan tingkat dua berubah kembali menjadi Rp32,5 triliun, total APBD-P 2020 menjadi Rp63,23 triliun,” kata Anydka melalui sambungan telepon pada Selasa (27/10/2020).

Menurut Anydka, peningkatan raihan target pajak itu terbilang realistis. Lantaran, dia beralasan, piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 hampir mencapai Rp5 triliun.

“Itu dikejar masa enggak bisa dapat 10 persen sih? Kemudian piutang dari Pajak Kendaraan Bermotor [PKB] itu hampir Rp3 triliun. Itu saja dikejar terus,” kata dia.

Malahan, dia mengimbuhkan, pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB DKI Jakarta itu mencapai lebih dari Rp500 miliar dalam satu bulan terakhir.

“Jadi sektor pendapatan masih terbuka sekali,” tuturnya.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta bersama dengan pihak esekutif menggelar rapat soal APBD-P 2020 di Resort Grand Cempaka, Puncak, Kabupaten Bogor pada Senin (26/10/2020). Pasalnya, pembahasan itu telah bersifat final.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Basri Baco mengatakan dalam pembahasan itu turut disetujui ihwal rencana serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) DKI Jakarta sebesar Rp3,26 triliun dan pencairan Dana Cadangan Daerah DKI Jakarta sebesar Rp1,4 triliun.

“Hasilnya diketok. Yang pasti itu dana PEN, cadangan daerah cair semua. Padahal sempat kita tolak,” kata Basco.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top