Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov DKI Terima 13 Permohonan Resepsi Pernikahan di Gedung

"Catatannya kalau WO sewa, pihak gedung harus dulu menanyakan ke WO mau ikut protokol kesehatan yang sudah ada. Kalau bersedia ikut baru boleh," katanya.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 09 November 2020  |  18:24 WIB
Resepsi pernikahan new normal - Bisnis/Andhika
Resepsi pernikahan new normal - Bisnis/Andhika

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerima sebanyak 13 proposal permohonan terkait pelaksanaan resepsi pernikahan di dalam gedung hingga hari ini, Senin (9/11/2020).

Kepala Bidang Industri Pariwisata, Disparekraf DKI Jakarta Bambang Ismadi mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi dokumen atas proposal permohonan tersebut.

“Masih dalam verifikasi dokumen dan menunggu dijadwalkan untuk presentasi di hadapan Tim Gabungan Pemprov DKI,” kata Bambang melalui pesan tertulis pada Senin (9/11/2020).

Dengan demikian, menurut dia, belum ada izin yang dikeluarkan kepada pengelola gedung dan wedding organizer untuk kegiatan resepsi pernikahan tersebut.

“Minggu ini diharapkan sudah ada yang dievaluasi oleh Tim Gabungan Pemprov DKI,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah  Provinsi DKI Jakarta mengizinkan acara resepsi pernikahan digelar di gedung. Namun, izinnya diberikan setelah pemilik gedung mengajukan permohonan pembukaan gedung untuk acara resepsi ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta.

"Bagi gedung-gedung pernikahan kalau mau buka kembali resepsi pernikahannya, mengajukan permohonan ke kami dengan melampirkan SOP dan protokol kesehatan seperti apa," ujar Plt Kepala Dinas Parekraf DKI Gumilar Ekalaya kepada wartawan, Jumat (6/11/2020).

Permohonan tersebut, kata Gumilar, akan dikaji, dinilai, ditinjau dan dievaluasi, khususnya SOP dan protokol kesehatan oleh tim gabungan Pemprov DKI Jakarta.

Kemudian, pemilik gedung akan dipanggil untuk melakukan pemaparan dan dialog dalam rangka memastikan SOP dan protokol kesehatannya sudah memenuhi standar.

Setelah itu, dilakukan simulasi di gedung. Kemudian, diputuskan untuk diterima atau direvisi permohonannya.

Gumilar mengingatkan, pihak yang mengajukan permohonan bukanlah wedding organizer (WO), tetapi pemilik gedung atau hotel.

Karena itu, dia meminta pemilik gedung untuk meminta WO mengikuti SOP dan protokol kesehatan yang sudah disetujui Pemprov DKI.

"Catatannya kalau WO sewa, pihak gedung harus dulu menanyakan ke WO mau ikut protokol kesehatan yang sudah ada. Kalau bersedia ikut baru boleh," katanya.

Kalau ada kasus, pelanggaran dan sebagainya, maka yang bertanggung jawab pihak gedung, bukan WO dan pengantin.

Gumilar mengatakan penyelenggaraan resepsi pun harus mengikuti protokol kesehatan. Dia mencontohkan semua tamu harus duduk, menggunakan room table, tidak boleh prasmanan dan makanan tamu dilayani.

Selain itu, gedung harus menyediakan fasilitas cuci tangan (hand sanitizer), pengaturan tempat duduk tamu memperhatikan jarak aman dan kapasitas 25 persen serta memastikan semua tamu memakai masker.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta pernikahan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top