Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Ini Kata Epidemiolog soal Penanganan Covid-19

Operasi yustisi bisa menjadi salah satu langkah Pemprov DKI untuk menata kota menjadi lebih baik, sehingga tidak dicap sebagai kota yang amburadul.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 13 November 2020  |  11:16 WIB
Peta sebaran Covid-19 DKI Jakarta berwarna kuning, Selasa (8/9/2020) dipantau di aplikasi JAKI. JIBI - Bisnis/Mutiara Nabila
Peta sebaran Covid-19 DKI Jakarta berwarna kuning, Selasa (8/9/2020) dipantau di aplikasi JAKI. JIBI - Bisnis/Mutiara Nabila

Bisnis.com, JAKARTA – Epidemiolog Pandu Riono menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soenarnoputri yang menyebut Jakarta amburadul.

Pandu merespons pernyataan Megawati itu dengan menghadirkan data-data kasus Covid-19 di Jakarta lewat akun Twitter @drpriono, Jumat (13/11/2020).

Menurut Pandu, bahwa Jakarta sudah cukup baik menggunakan data-data dalam penanganan Covid-19.

“Maafkan yg bilang ‘Jakarta Ambur Adul’, karena ketidaktahuan atau sebab lain. Fakta @DKIJakarta mengatasi pandemi dengan berbasis data dan terapkan prinsip keilmuan yg benar. Secara Nasional @lawancovid19_id masih kebingungan, maafkan karena belum faham. @jokowi @aniesbaswedan,” tulisnya dalam akun Twitternya, Jumat (13/11/2020).

Sementara itu, pengamat tata kota Universitas Trisakti Yayat Supriyatna juga mengatakan, penyebab Jakarta dicap menjadi kota amburadul karena kurangnya edukasi kepada masyarakat tentang cara hidup di kota.

Yayat kemudian menyarankan Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar operasi yustisi bagi para pendatang.

Menurut  dia, operasi yustisi bisa menjadi salah satu langkah Pemprov DKI untuk menata kota menjadi lebih baik, sehingga tidak dicap sebagai kota yang amburadul.

Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia, Jakarta memang mencatatkan mobilitas luar biasa setiap hari. Dalam konteks penanganan Covid-19 mobilitas penduduk menjadi masalah utama, terutama pada fase pelonggaran PSBB.

“Oleh karena itu, aktivitas surveilans tidak boleh kendor sedikitpun. Tes harus lebih ditingkatkan, lebih cepat hasil didapat, pelacakan kasus harus maksimal, perkuat isolasi komunal. @dinkesJKT,” imbuh Pandu.

Dia mengimbau agar tes PCR dilakukan fokus pada orang-orang yang kontak erat, dari hasil pelacakan kasus, dan minta melakukan isolasi yang benar.

“Ingat kapasitas tes swab PCR masih rendah, jangan lakukan tes masif pada penduduk tanpa alasan yg kurang efektif. Obyektifnya, putus rantai penularan. Rekrut banyak pelacak kasus, agar efektif,” tegas Pandu.

Di sisi lain, Pandu juga menegaskan bahwa tren penurunan kasus Covid-19 di Indonesia sulit dipercaya bila tren jumlah swab tes PCR juga mengalami penurunan.

“Bisa saja kasus menurun karena tes menurun apapun sebabnya. Surveilans itu ada tiga kesatuan kegiatan: Tes, Pelacakan Kasus, dan Isolasi,” tulisnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyebut kondisi Jakarta amburadul. Menurutnya, DKI Jakarta harusnya bisa menjadi "City of Intellect" jika ditata kelola dengan baik.

Mega juga berharap tujuan penataan DKI Jakarta dirumuskan secara jelas dengan melibatkan para akademisi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki megawati Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top