Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jakarta Utara Banjir Rob, 14 RT Terendam

Ketinggian muka air di 14 RT yang terendam banjir rata-rata mencapai 10 hingga 30 sentimeter.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 17 November 2020  |  15:21 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kawasan Jakarta Utara terendam air akibat banjir rob.

Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terdapat 14 Rukun Tetangga di Jakarta Utara yang terendam banjir rob hingga Selasa (17/11/2020).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohammad Insaf mengatakan data itu telah dimuktahirkan pada pukul 12.00 WIB.

Adapun, ketinggian muka air di 14 RT yang terendam banjir rata-rata mencapai 10 hingga 30 sentimeter.

“Kendati demikian, tidak ada jalan yang tergenang,” kata Insaf melalui keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

Insaf memerinci terdapat 3 RT yang terendam di Kelurahan Marunda, 4 RT di Kelurahan Kapuk Muara, 1 RT di Kelurahan Penjaringan, 3 RT di Kelurahan Pluit dan 3 RT di Kelurahan Ancol.

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melaporkan penurunan muka tanah di sejumlah titik wilayah ibu kota mencapai 7,5 cm per tahun.

Angka itu menunjukkan penurunan muka tanah di DKI Jakarta termasuk ke dalam kategori ekstrem.

Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta Dudi Gardesi menuturkan fenomena itu tidak terjadi seragam melainkan tersebar di sejumlah titik.

Hanya saja daerah Jakarta Utara mengalami penurunan muka tanah yang signifikan.

“[Penurunan muka tanah] 7,5 sentimeter itu lebih ekstrem lagi tapi intinya penurunan tanah itu enggak seragam di semua titik, ada yang ekstrim ada yang cukup stabil,” kata Dudi melalui sambungan telepon, Jumat (16/10/2020).

Dia mengatakan, Dinas SDA DKI terus menggiatkan penyelesaian sejumlah tanggul di sepanjang area pantai.

Selain pengadaan tanggul, pihak Dinas SDA juga terus berupaya meninggikan posisi tanggul yang sudah tersedia.

“Banyak cerita yang limpas air laut itu karena memang tadinya cukup [tanggul] tapi berjalannya waktu karena terjadi penurunan sehingga ada limpasan lagi air pasang [laut],” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Energi Bidang Geologi dan Air Tanah DKI Jakarta penurunan muka tanah di DKI Jakarta mencapai 0,25 meter selama 2014 hingga 2017.

Wilayah dengan penurunan muka tanah yang signifikan berada di Jakarta Utara.

“Ada yang ekstrem, ada sih grafis yang mengatakan di sini cukup dalam penurunannya sampai 7,5 sentimeter per tahun, ada itu,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta jakarta utara banjir rob
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top