Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hari-Hari Sebelum Anies Baswedan Dinyatakan Positif Covid-19

Sebelum Anies menyatakan dirinya positif Covid-19, setiap tamu yang berencana menemui dirinya harus menjalani tes cepat atau rapid test Covid-19. Tes dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.
Saeno, Nyoman Ary Wahyudi
Saeno, Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  11:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima Kapolda Metro JayaIrjen Pol Fadil Imran di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (23/11/2020). - Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima Kapolda Metro JayaIrjen Pol Fadil Imran di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (23/11/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah Wagub DKI Ahmad Riza Patria menyatakan dirinya positif terinfeksi Covid-19 pada Jumat (27/11/2020), muncul pertanyaan terkait kondisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Senin (30/11/2020) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipastikan dalam keadaan sehat.

Kabar itu disampaikan Widyastuti seusai menghadiri rapat pimpinan bersama Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/11/2020). “Pak gubernur sehat, barusan rapat, sehat,” kata Widyastuti.

Setelah Ariza dinyatakan terinfeksi Covid-19, dia mengatakan, pihaknya langsung melakukan penelusuran kepada setiap orang yang sempat kontak erat selama dua pekan terakhir.

“Pak Gubernur pasti, kita sering lakukan tes Covid-19 juga. Beliau kan sering ketemu menteri tertentu dan presiden kan harus selalu tes,” tuturnya.

Menurut pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ariza terinfeksi Covid-19 dari kontak erat dengan salah seorang staf pribadinya yang tertular Covid-19 dari klaster keluarga terkait.

Tamu Anies Wajib Rapid 

Sebelum Anies menyatakan dirinya positif Covid-19, setiap tamu yang berencana menemui dirinya harus menjalani tes cepat atau rapid test Covid-19. Tes dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

Langkah itu diambil sebagai buntut dari hasil tes usap Covid-19 Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang menunjukkan hasil positif.

“Tamu yang akan beraudiensi dengan Pak Gubernur sampai dengan asisten akan dilakukan rapid test oleh dinas kesehatan,” kata Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin melalui keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Budi mengatakan, setiap pegawai dan juga Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) yang kontak erat dengan Ariza bakal dilakukan tes usap untuk melakukan penelusuran.

Libur Panjang

Anies Baswedan sempat menyatakan bahwa lonjakan kenaikan kasus positif terjadi setelah libur panjang (long weekend) pada 28 Oktober-1 November 2020.

Dia menuturkan kenaikan kasus positif terbanyak tercatat di klaster keluarga. Hal itu diungkapkan Anies saat Rapat Koordinasi (Rakor) Virtual Penanganan Covid19 di DKI Jakarta dan Bali di Kantor Kemenko Marves, Senin (30/11/2020).

"Setelah kami lakukan pelacakan dan penelusuran mayoritas keluarga ini bepergian ke Bandung, Semarang, Lampung, dan beberapa tempat di Jawa Timur,” katanya dalam siaran pers yang diterbitkan Kemenko Marves RI, Selasa (1/12/2020).

Dengan munculnya klaster keluarga ini, Anies berharap agar pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan libur dan cuti bersama saat akhir tahun 2020.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta pada periode 25-30 November 2020 sebanyak 8.598 kasus dari 5.168 kasus pada periode 28 Oktober – 3 November 2020.

Isu Jakarta Terapkan PSBB Kembali 

Sempat beredar kabar bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menarik rem darurat kembali alias menerapkan lagi PSBB di DKI Jakarta.

Berita tersebut berasal dari Republika bertanggal Senin (30/11/2020).

Namun, kabar itu ternyata hasil kerja tangan-tangan jahil yang meretas sistem di Republika.

Redaksi Republika pun memberi klarifikasi atas sajian berita disinformasi berjudul ‘Anies Tarik Rem Darurat, PSBB Berlaku Lagi’ tertanggal Senin (30/11/2020) tersebut. 

Dijelaskan pihak Republika bahwa judul berita itu telah tayang pada tanggal 9 September 2020 menyusul kebijakan PSBB jilid kedua yang diberlakukan kembali oleh Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

“Berita tersebut kami upload tanggal 9 September 2020. Namum berhubung ada pihak yang secara ilegal masuk ke sistem kami, berita tersebut menjadi tertanggal 30 November 2020,” tulis Republika melalui halaman Facebook resminya pada Senin (30/11/2020). 

Atas temuan itu, pihak Republika tengah bekerja untuk memperbaiki sistem yang diretas tersebut. 

“Tim IT kami sedang bekerja untuk memperbaikinya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tulis pihak Republika. 

Pasar dikabarkan sempat termakan kepanikan akibat informasi adanya PSBB DKI Jakarta yang lebih ketat. Namun untungnya informasi tersebut sudah dikonfirmasi berasal dari berita lawas.

Anies Pimpin Jakarta Secara Virtual

Konfirmasi Anies bahwa dirinya positif Covid-19 membuat duet pemimpin Ibu Kota yakni Gubernur dan Wakil Gubernur DKI tidak bisa memimpin pemerintahan DKI Jakarta secara langsung.

Meski begitu, keduanya masih akan tetap memimpin DKI secara virtual.

Anies akan tetap bekerja memimpin rapat-rapat virtual dan melakukan isolasi mandiri.

Lantas siapa yang memimpin DKI Jakarta secara langsung di Balai Kota? Jika mengikuti urutan, tugas-tugas tersebut akan berada di pundak Sekretaris Daerah. Tentu dengan arahan Anies dari jarak jauh.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan Covid-19

Sumber : Bisnis.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top